Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (59): Wilayah Indonesia Zaman Kuno, Konstruksi Sejarah; Eksplorasi Keberadaan Candi dan Prasasti

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.06.2021
Reading Time: 31 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































false
IN



























































































































































false
IN


























































































































































Wilayah Nusantara Fase-2: Kerajaan Aru,
Sriwijaya, Singhasari dan Majapahit

Pasca invasi Chola, Kerajaan
Aru dan Kerajaan Sriwijaya bangkit kembali. Para pemimpin Kerajaan Aru yang
melarikan diri ke hulu sungai Batanghari sebagian kembali ke Kerajaan Aru.
Demikian juga para pemimpin Kerajaan Aru yang melarikan diri ke kawasan Laut
China Selatan kembali ke Kerajaan Aru, Para pemimpin Kerajaan Aru yang kembali
bersatu ini kemudian terbentuklah percampuran berbagai aliran agama (Hindoe,
Boedha dan pagan) yang dikenal sebagai sekte Bhairawa. Pengaruh Hindoe muncul
dalam sekte ini karena para pemimpin Kerajaan Aru yang bertahan sudah sempat
Hindoe (Chola) dan juga ada yang kembali pagan (di pedalaman), Dari Kerajaan
Aru inilah di nusantara berkembang dan meluas sekte Bhiarawa (hal ini menurut
Schnitger 1935 dari karaktersitik candi-candi di Padang Lawas (Panai dan
Binanga). Lalu bagaiman dengan Kerajaan Mauli (lihat prasasti Grahi).

Prasasti Grahi adalah prasasti yang terdapat di Chaiya, Thailand selatan berbahasa
Khmer. Prasasti bertarikh 1183 ini tertulis pada lapik arca Buddha perunggu di
wihara Wat Hua Wiang. Prasasti Grahi menurut pembacaan Coedes adalah sbb.: ‘11006
(sic)[2] çaka thoḥ nakṣatra ta tapaḥ sakti kamrateṅ añ Mahārāja çrīmat
Trailokyarājamaulibhūṣanabarmmadeba pi ket–jyeṣṭha noḥ buddhabāra Mahāsenāpati
Galānai ta cāṃ sruk Grahi ārādhanā ta mrateṅ çrī Ñāno thve pra–timā neḥ daṃṅon
mān saṃrit bhāra mvay tul bir ta jā byāy mās tap tanliṅ ti ṣthāpanā jā prati–mā
mahājana phoṅ ta mān sarddhā ‘anumodanā pūjā ṇamaskāra nu neḥ leṅ sa — pān
sarvvajñatā–…ha ta jā…’. Terjemahan: Pada tahun Saka 1105 (1183),[2] atas
perintah Kamraten An Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusanawarmadewa, hari
ketiga bulan naik bulan Jyestha, hari Rabu, Mahasenapati Gelanai yang
memerintah Grahi menyuruh mraten Sri Nano membuat arca Buddha. Beratnya 1 bhara
2 tula, dan nilai emasnya 10 tamlin. Arca ini didirikan agar semua orang yang
percaya dapat menikmati, memuliakan, dan memujanya di sini …. mencapai
kemahatahuan ..’. Berdasarkan prasasti Grahi Raja Kerajaan Mauli, Kamraten An
Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusanawarmadewa diduga telah menyebarkan agama
sekte Bhairawa di kerajaan-kerajaan di Laut China Selatan. Kerajaan Mauli
adalah vassal dari Kerajaan Aru. Nama Mauli adalah nama Batak (maksudnya bukan
mauli ate = terimakasih) tetapi Maulibgusana Warmadewa. Salah satu gelar raja
Mauli adalah Maulibgusana yang dalam bahasa Batak (bahkan pada masa ini)
sebagai ‘orang yang agung dan pemurah). Pada fase ini juga ditemukan dua prasasti
di Singapura. Prasasti pertama berbentuk empat segi, selebar sedepa (1,7 meter)
dan mempunyai tulisan yang dipahat. Prasasti tersebut dijumpai di ujung tanjung
berhasa Sanskerta. Dalam prasasti Singapura ini diceritakan seorang raja yang
bergelar Raja Suran yang telah menaklukkan seluruh Tanah Melayu sampai ke
Temasik yang didalam prasasti menceritakan segala kisah penaklukannya. Kedua
prasasti tersebut dibuat dekat laut. Pada prasasti kedua menceritakan Raja
Suran Batu. Boleh jadi nama Raja Suran Batu dalam prasasti adalah Raja Soetan
di Batugana (lihat juga prasasti Batugana yang ditemukan pada candi Bahal 1
abad ke-12) atau yang terkait dengan sungai Rokan yang juga wilayah Kerajaan
Aru yang kini nama kecamatan yakni eks kerajaan di kecamatan Hulu Sutam dan eks
kerajaan di kecamatan Ujung Batu. Dalam prasasti Batugana ini disebut untuk seluruh
wilayah Panai (Kerajaan Aru) dimana disebut dalam prasasti nama Dharmasraya.
Dalam prasasti nama Batugana juga disebut

Pada saat perkembangan
Kerajaan yang pesat ini, Kerajaan Singhasari di Jawa yang juga tengah
berkembang menjalin perdagangan dengan Sumatra (Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan
Aru). Tampaknya salah satu Raja dari Singhasari tertarik dengan sekte Bhairawa
ini. Raja tersebut adalah Raja Kertanegara, salah satu pendukung fanatik agama
Batak sekte Bhairawa. Kerajaan Mauli di hulu sungai Batanghari dan Kerajaan
Khmer juga telah menjadi pendukung sekte Bhairawa. Atas dasar inilah Raja
Kertanegara memberi hadiah  patung (arca)
Amoghapasa kepada Kerajaan Mauli pada tahun 1286 M. Dengan modal inilah
kemudian Kerajaan Singhasari menyerang Kerajaan Sriwijaya (non sekte Bhairawa).
Para pemimpin Kerajaan Driwijaya melarikan diri ke pedalaman. Namun Radja
Kertanegara tidak berahan lama karena meninggal. Kerajaan Singhasari menurun
dan kemudian muncul Kerajaan Majapahit.

Kerajaan
Sriwijaya pasca berakhirnya Kerajaan Singhasari bangkit kembali. Kerajaan Aru
semakin kuat karena telah didulung oleh pedagang-pedagang Moor beragama Islam.
Sehubungan dengan meningkatnya komunitas Orang Moor di selat Malaka, utusan
Moor Ibnu Batutah berkunjung pada tahun 1345 termasuk ke kerajaan-kerajaan di
Laut China Selatan. Di Kerajaan Mauli diangkat raja baru Adityawarman tahun
1347. Kisah lama terulang kembali. Kerajaan Sriwijaya yang mulai bangkit
diserang Kerajaan Majapahit di bawah Patih Gajah Mada. Lantas mengapa Majapahit
tidak menyerang Kerajaan Mauli dan Kerajaan Aru?

Kerajaan Aru semakin kuat
karena dukungan dari pedagang-pedagang Moor. Kerajaan Mauli yang telah
diproklamirkan oleh Raja Adityawarman sebagai kerajaan Malayu mulai merekolasi
ibu kota dari hulu sungai Batanghari ke hulu sungai Indragiri di Pagaroejoeng.
Radja Adityawarman meninggal tahun 1375. Seperti halnya Raja Kertanegara, Raja
Adityawarman juga menurut Schnitger salah satu pendukung fanatik agama Batak
sekte Bhairawa.

Kerajaan
Aru (pengaruhnya) begitu luas. Tidak hanya bagian utara pulau Sumatra tetapi
juga termasuk Semenanjung, pantai timur Indochina dan Filipina. Kawasan di
Indochina lebih bernuansa Sumatra bagian utara. Nama Khmer dan Champa diduga
merujuk pada nama Kamper. Pada masa ini etnik Khmer dan Champa adalah minoritas
di Vietnam. Pada masa ini diantara dua kawasan etnik ini terdapat nama district
Ma Da yang berperilaku mirip orang Batak di Padang Lawas. Sumatra Utara. M
a Da
(dalam bahasa Mandarin Kuno, Ma=Ba dan Da=Ta) yang berati Ma Da sama dengan
Bata. Distrik Ma Da berada di sekitar danau Tri An berada di provinse Dong Nai
(suatu wilayah tropis) yang dihuni kelompok etnik minoritos yang bahasa berbeda
dengan Viet(nam) yang mayoritas. Dalam hal ini nama Nai merujuk pada nama Batak.Tentu
saja nama danau An juga merujuk pada gelar raja Kerajaan Mauli.
Nama district Mada [Bata] di
provinis Dong Nai [Nai] berdekatan dengan provinsi Bataan di teluk Manila.
Sebagai tambahan nama
Morong di provinsi Bataan dan nama Morong di
Trengganu (pantai timur Semenanjung Malaya) dekat prasasti Ligor, suatu nama
yang mirip dengan nama Morang di Kerajaan Aru (kabupaten Padang Lawas yang
sekarang).

Seperti dipertanyakan di atas mengapa Patih Gajah Mada
dari Kerajaan Majapahit tidak berani menyerang Kerajaan Mauli dan Kerajaan Aru.
Kerajaan Majapahit yang mengakuai keberadaan dua agama (Boedha dan Hindoe)
mengapa hanya menyerang Sriwijaya. Di satu sisi boleh jadi karena Radja
Adityawarman sejak 1347 telah merelokasi ibu kota ke pedalaman (dari hulu
sungai Batanghari ke hulu sungai Indragiri di Pagaroejoeng). Strategi ini akan
menjadi penghambat pergerakan pasukan Majapahit di daratan di pedalaman. Lalu
bagaimana dengan Kerajaan Aru
? Besar dugaan karena
terlalu kuat buat Majapahit, sebab Kerajaan Aru memiliki aliansi yang kuat
dengan pedagang-pedagang Moor dan Tiongkok. Namun meski demikian, mengapa
misalnya tidak dicoba, soal kalah dan menang itu hal lain. Lalu mengapa Patih
Gajah Mada terkesan lebih menjalin persahabatan dengan Kerajaan Aru (seperti
halnya pada era Kerajaan Singhasari yang dipimpin Raja Kertanegara)?

Pertanyaan ini sangat sulit, justru
pertanyaan baru yang muncul. Patih Gajah Mada tidak begitu jelas asal-usulnya,
bukan golongan bangsawan di Kerajaan Majapahit. Gajah Mada seakan muncul
sebagai seorang profesional.  Apakah Gajah
Mada juga penganut agama Boedha Batak sekte Bhairawa
? Sekte yang diadoposi di Kerajaan Mauli (Dharmasraya) yang berasal dari
Kerajaan Aru. Lantas mengapa Gajah Mada membangun prasasti Radja Kertanagara
(Singhasari) yang mengadopsi sekte Bhairawa? Prasasti Singhasari di dalam
pembangunan monumen Kertangara dibangun tahun 1351 (lihat prasasti Singhasari di
Singosari Malang bertarih 1351 M). Gajah Mada meninggal tahun 1364 M. Apakah
Gajah Mada keturunan dari Kerajaan Mauli atau Kerajaan Aru? Apakah pembangunan
monumen untuk Kertanagara itu atas permintaan Radja Adityawarman di Kerajaan
Mauli (Dharmasraya)? Apakah kematian atau moksa Gajah Mada terkait dengan ini
semua? Apakah ini bukti Gajah Mada enggan menyerang Kerajaan Mauli dan Kerajaan
Aru? Apakah Gajah Mada adalah keturunan Tiongkok di Kerajaan Aru? Dalam bahasa
Mandarin Kuno, nama Bata[k] diucapkan atau ditulis Ma Da. Dengan demikian,
Gajah Mada adalah Gajah Bata[k]. Di wilayah Kerajaan Aru banyak gajah,
sementara di Jawa sudah punah.

Tunggu deskripsi lengkanya

Wilayah Nusantara Fase-3: Kerajaan Aru, Majapahit,
Pagaroejoeng, Malaka dan Pajajaran

Kerajaan Sriwijaya di daerah aliran sungai Musi sudah
lama berlalu, lalu kemudian menyusul Kerajaan Mauli Dharmasraya berakhir di hulu
sungai Batanghari. Suksesi Kerajaan Dharmasraya adalah terbebentuk Kerajaan
Pagaroejoeng di hulu sungai Indragiri. Kerajaan Majapahit hanya bertahan di
pulau Jawa (timur). Kerajaan Pagaroejoeng terus melakukan konsolidasi di
pedalaman, sebagaimana juga di pedalaman Jawa (Kerajaan Pajajaran). Hanya
Kerajaan Aru yang terus eksis dan melebarkan pengaruhnya. Kerajaan Aru yang
beribokta Binanga menjadi pelabuhan terpenting di pantai timur Sumatra
(sementara di pantai barat Sumatra di Barus). Kerajaan Aru mulai bekerjasama
dengan pedagang-pedagang Moor.

Pengaruh navigasi perdagangan Kerajaan Aru sebelumnya
tidak pernah lebih jauh dari Bangka dan daerah aliran sungai Musi. Sebaliknya
pengaruh pedagang-pedagang dari Jawa (sejak Singhasari) dapat mencapai Kerajaan
Aru. Pengaruh pedagang-pedagang Sriwijaya di Jawa telah digantikan oleh
pedagang-pedagang Jawa dari Kerajaan Singhasari dan lalu kemudian dilanjutkan
oleh pedagang-pedagang Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu pengaruh perdagangan
Kerajaan Aru di daerah aliran sungai Musi sudah lama telah sepenuhnya
digantikkan oleh pedagang-pedagang dari Jawa. Saat itulah diduga
pedagang-pedagang Kerajaan Aru memperluas navigasi pelayaran perdagangan ke
Sulawesi dan Maluku. Sebelum perluasan navigasi pelayaran perdagangan ke Sulawesi
dan Maluku, pedagang-pedagangan Kerajaan Aru sudah sejak berabad-abad melakukan
aktivitas perdagangan di seputar Laut China Selatan. Indikasi itu paling tidak
diketahui pada abad ke-3 (prasasti Vo Cahn). Eksistensi navigasi pelayaran
perdagangan itu masih terus berlanjut pada abad ke-10 (prasasti Dong Yen Chau
abad ke-4, prasasti Ligor-A abad ke-7 dan prasasti Ligor-B 775 M, prasasti
Laguna 900 M). Eksistensi navigasi pelayaran perdagangan Kerajaan Aru sempat
terhambat pada era invasi Chola abad ke-11. Pasca invasi Chola itulah Kerajaan
Aru bangkit kembali. Kerajaan Aru terhubung kembali secara intens dengan
kerajaan-kerajaan di seputar Laut China Selatan. Saat inilah raja-raja di
Kerajaan Aru menghianati Hindoe (pasca Chola) dan kembali ke Boedha tetapi
dengan sekte baru, Bhairawa (campuran Hindoe, Boedha dan pagan-penyembahan
terhadap leluhur). Kerajaan di Vietnam menjadi sekte Bhairawa. Saat kebangkitan
Kerajaan Aru dengan agama baru (Bhairawa) terbentuk hubungan perdagangan dengan
Kerajaan Singhasari (didirikan 1222, suksesi Kerajaan Kediri) yang tengah berkembang.
Raja-raja Singhasari mengadopsi sekte Bhairawa. Raja terkenal Singhasari,
Kertanegara salah satu pendukung fanatik sekte Bhairawa. Pada saat inilah Raja
Kertanegara memberi hadiah arca ke Kerajaan Mauli (cabang dari Kerajaan Aru)
yang juga sekte Bhairawa. Dalam situasi dan kondisi inilah Kerajaan Singhasari
menyerang Kerajaan Sriwijaya (yang Boedha, bukan sekte Bhairawa). Raja
Kertanegara meninggal tahun 1292. Kerajaan Singhasari kemudian digantikan
Kerajaan Majapahit (1293).

Kerajaan Aru menjadi semakin kuat dengan kolaborasi
dengan pedagang-pedagang Moor. Pedagang-pedagang Moor mengikuti rute navigasi
pelayaran perdagangan Kerajaan Aru hingga ke Laut China Selatan. Setelah
raja-raja Kerajaan Aru mengadopsi Islan (dari pedagang-pedagang Moor), raja-raja
di seputar Laut China Selatan melalui pedagang-pedagang Moor juga mengadopsi
agama Islam seperti di Brunai, Ligor, Champa dan Luzon (teluk Manila).

Sebelum kehadiran pedagang-pedagang Moor di
(pulau) Sulawesi, penduduk asli Minahasa dan Toraja sudah beberapa lama
menjalankan sekte Bhairawa yang sangat menghormati leluhur. Introduksi sekte
Boedha ini dapat diperhatikan pada prasasti Watu Rerumeran (Minahasa) dan prasasti
Seko (Toraja). Pengaruh Kerajaan Aru di pulau Sulawesi )bagian utara dan bagian
selatan) tidak hanya dilihat dari makna yang terkandung dalam dua prasasti,
tetapi juga dari kosa kata elementer dalam bahasa Minahasa (inang, amang, mate,
ate, dila dan sebagainya) dan kosa kata elementer dalam bahasa Seko dan sekitar
(tor atau to, roha, matua, seko.losung batu, daliang dan sebagainya). Tentu
saja tidak hanya itu, seperti di Filipina, nama-nama geografis di Minahasas dan
Seko-Toraja juga banyak yang mirip dengan nama tempat di Kerajaan Aru seperti
Minanga (Binanga adalah ibu kota Kerajaan Aru). Di wilayah Luwu gelar bangsawan
diantaranya Aru. Aksara yang berkembang juga di Minahasa dan Seko-Toraja yang
juga terjadi di Filipina adalah aksara yang mirip dengan aksara di Kerajaan
Aru. Hal itu pula diduga aksen bicara orang Minahasa dan Seko-Toraja mirip
aksen pendudukan Padang Lawasa (Kerajaan Aru).

Tunggu deskripsi lengkanya

Wilayah Nusantara Fase-4: Kerajaan Demak, Aceh,
Ternate, Pagaroejoeng, Johor

Tunggu deskripsi lengkanya

Wilayah Nusantara Fase-5: Kerajaan Aceh, Ternate,
Banten, Mataram, Gowa, Palembang, Banjarmasin, Sisingamangaraja

Tunggu deskripsi lengkanya

Wilayah Nusantara Fase-6: Kerajaan Jogjakarta
dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Jawa Tengah dan Tapanuli)

Tunggu deskripsi lengkanya

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Apakah Bersiwak Bisa Disamakan dengan Sikat Gigi?

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 87-93

Iklan

Recommended Stories

Incredible India, I’m Coming!

05.05.2016
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Bank Bukopin di Kepri

No Limits – Ini Kan Malam Minggu

27.12.2017
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Resep Kroket Kentang Isi Daging Sapi

02.12.2014

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?