Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (53): Laut Bali, Sejak Cornelis de Houtman (1597) hingga Kapal Amerika (1945): KRI Nanggala 402

Tempo Doelo by Tempo Doelo
28.04.2021
Reading Time: 24 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog Klik Disini 

Laut Bali menjadi pusat pemberitaan dunia, karena belum
lama ini dikabarkan kapal selam Indonesia [KRI Nanggala 402] jatuh ke dasar
laut. Faktor penyebab kecelakaan laut masih diselidiki, sebanyak 53 orang personel
belum bisa dievakuasi. Posisi GPS kapal selam sudah diketahui berada di Laut
Bali pada koordinat tertentu pada kedalaman sekitar 800 M. Sehubungan dengan berita-berita
kecelakaan kapal selam Indonesia, juga muncul berita bahwa kapal selam Amerika
Serikat juga pernah mengalami kecelakaan di sekitar kawasan tahun 1945 (lihat VIVA, Rabu,
28 April 2021).

Bali dan Lombok. Pada pelayaran pertama
Belanda ke Indonesia (baca: Hindia Timur) 1595-1597 yang dipimpin oleh Cornelis
de Houtman, setelah mencapai Banten pada bulan Juni 1596, ekspedisi dengan tiga
kapal ingin melanjutkan pelayaran ke Maluku dengan rute pantai utara Jawa ke
arah timur. Salah satu kapal Cornelis de Houtman mengalami kerusakan berat di timur
pulau Madura [kini disebut Laut Bali]. Akhirnya ekspedisi itu berbalik arah
dengan mengitari Pulau Lombok dan ketika memasuki selat Bali, kapal yang rusak parah
itu dibakar dan kemudian tenggelam. Dua kapal yang tersisa melanjutkan
pelayaran ke pantai timur Pulau Bali (kini pelabuhan Padang Bai). Setelah meninggalkan dua pedagang
Belanda di Bali, Cornelis de Houtman dengan dua kapal kembali ke Belanda dengan terlebih dahulu mengitari
pantai utara Balia (Laut Bali) dan lalu berbelok ke selatan memasuki Selat
Blambangan (kini disebut Selat Bali) lalu dari pantai selatan Jawa rute
diarahkan ke Afrika Selatan. Selat Bali kini menjadi Selat Lombok.

Lantas apa yang menjadi keutamaan kawasa Laut Bali [Selat
Bali, Selat Lombok dan Selat Sape]? Seperti disebut di atas Laut Bali tempo
doeloe pada era Cornelis de Houtman adalah titik balik. Tentu saja tidak hanya itu,
terutama selat Lombok dan selat Sape sudah menjadi rute navigasi internasional
dari Lautan Hindia ke Lautan Pasifik. Seperti disebutkan di atas, di Laut Bali
juga kapal Amerika Serikat pernah tenggelam. Nah, untuk memperkaya pemahaman
tentang kawasan jatuhnya kapal selam Indonesia KRI Nanggala 402 ada baiknya
kita gali datanya.
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe
.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*

Laut Bali: Sejak Era Cornelis de Houtman
(1595-1597)

Laut Bali sejak
dari doeloe sudah diketahui sebagai laut dalam, laut yang memisahkan laut
dangkal (paparan Soenda yang menjadi daratan yang menyatukan pulau Sumattra,
Kalimantan dan Jawa-Bali dengan benua Asia). Pada kawasan Laut Bali ini hanya
selat Lombok (dulu disebut Selat Bali) dan Selat Sape yang memiliki kedalaman.
Selat Blambangan (kini Selat Bali) yang memisahkan pulau Jawa dan pulau Bali
pada titik tertentu terbilang dangkal (juga sempit). Selain sisi timur pulau
Lombok dan sisi timur-utara pulau Bali, kedalaman selat Blambangan ini sudah diukur
oleh Cornelis de Houtman (1587).

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Pada
era VOC, rute navigasi pelayaran dari Lautan Hindia ke Lautan Pasifik (selain
Selat Sunda) adalah selat Lombok dan selat Sape. Selat Lombok menjadi pilihan
utama, karena selat Sape kerap menjadi sasaran bajak laut (internasional).
Sejak Australia dijadikan Inggris sebagai koloni (sejak 1776), rute pelayaran
Inggris dari Selat Malaka (Penang dan Singapoera) ke Sydney (Australia) melalu
selat Lombok. Jalur yang dipilih di selat Lombok adalah sisi pulau Lombok
daripada sisi pulau Bali.Hal ini karena sisi pulau Lombok dengan kedalaman
sekitar 25 M airnya lebih tenang dan aman, sedangkan sisi pulau Bali arusnya
deras dan banyak karang. Hal itulah mengapa selat Lombok dikenal luas dalam
navigasi pelayaran sejak era VOC. Dalam posisi inilah Laut Bali menjadi kawasan
ramai (persipangan rute pelayaran dari pantai utara Jawa ke Maluku dan rute
pelayaran internasional dari Lautan Hindia (Australia) ke Lautan Pasifik (Filipina
dan Jepang) dan Selat Malaka (Singapoera) atau Selat Karimata (Makao dan
Hongkong).

Laut Bali sebagai
jalur navigasi pelayaran yang ramai, juga kerap para bajak laut internasional
beroperasi di kawasan ini. Kawasan ini baru dapat dikatakan aman sejak 1850an
setelah angkatan laut Hindia Belanda yang juga telah merelokasi basenya dari
Batavia ke Soerabaja berhasil menghalau bajak laut internasional ke utara selat
Sulawesi, Laut Sulawesi dan Teluk Tomini. Namun dalam perkembangannya kawasan
teluk Tomini dibersihkan oleh angkatan laut Hindia Belanda dari bajak laut.
Dengan demikian rute navigasi pelayaran internasional dari Lautan Hindia ke
Lautan Pasifik menjadi Selat Lombok (Laut Bali) di selatan dan selat Karimata
(antara Sumatra dan Kalimantan) dan Laut Maluku (antara Sulawesi dan Ternate).
Hingga ini hari jalur navigasi internasional ini masih berlaku (lazim
digunakan).

Sejak era Portugis, bahkan pada era VOC
belum pernah dilakukan pemetaan laut Hindia Timur. Pada era VOC, peta-peta yang
ada hanya mengindikasikan peta-peta di sekitar pantai (pulau) dimana ada
aktivitas perdagangan VOC. Peta-peta itu mengindikasikan peta jalur navigasi di
pesisir pantai, diantara pulau-pulau yang berdekatan dan selat sempi hingga
seputar teluk. Namun untuk perairan dalam yang kauh dari pantai, belum
dilakukan, selain kegunaannya tidak terlalu perlu juga teknologi pengukuran
(kedalaman laut dan ketinggian gunung) belum memadai. Pada era Pemerintah
Hindia Belanda, pemetaan laut perairan dalam dan pulau-pulau yang belum ada
datanya. Kegiatan pemetaan laut baru mulai diukur oleh angkatan laut Hindia
Belanda pada pertengahan tahun 1840an. Salah satu tokoh penting dala pemetaan
laut ini adalah Luitenant Mervill, dia tidak hanya komandan kapal, tetapi juga
sangat rajin menulis hasil-hasil lapaorannya yang dikirim ke jurnal ilmiah
apakah di Hindia Belanda maupun di Eropa. Peta-peta Mervill banyak dikutip oleh
para ahli (geografi) juga para ahli navigasi pelayaran di Eropa. Kontribusi
Merviil tentang laut Indonesia sangat berarti dalam pembentukan peta navigasi
pelayaran internasional di kawasan Hindia Belanda. Luitenant Mervill juga
termasuk memetakan selat Bali, selat Lombok dan Laut Bali. Pada era Mervill
ini, salah satu ahli flora dan fauna Inggris, AR Wallace pernah diserang badai
di Laut Bali dan terdapat di Ampenan (pulau Lombok). Selama menunggu kapal
baru, Wallace melakukan penelitian flora dan fauna di pulau Lombok. AR Wallace
sangat terkenal kemudian, yang kini namanya ditabalkan sebagai garis Wallace.

Tunggu deskripsi
lengkapny
a

ADVERTISEMENT

Laut Bali: Jatuhnya Kapal Amerika Serikat dan
Kapal Indonesia

Perseteruan
antara Amerika Serikat dan Jepang tidak hanya di Lautan Pasifik, tetapi juga
kapal-kapal laut keduanya yang didukung dengan pesawat-pesawat terbang juga di
terjadi di dalam wilayah Indonesia (baca: Hindia Belanda).

Setelah
Jepang menghancurkan pusat angkatan laut Amerika Serikat di Pasifik (Pearls
Harbour, Hawaii) pada bulan Deseber 1941, Jepang telah meratakan jalan ke Asia
Tenggara. Situasi dan kondisi bermula pada bulan Februari 1942 kapal-kapal
Jepang mulai memasuki Laut Jawa, Selat Makassar dan Selat Bali dan terjadi pertempuran
hebat di Laut Jawa antara kekuatan invasi Jepang dengan angkatan laut Hindia
Belanda. Awalnya kapal selam angkatan laut Hindia Belanda masih mampu
menggiring ke luar hingga ke selat Sulawesi. Kapal-kapal Hindia Belanda ini
dibantu kapal Amerika Serikat setelah tanggal 1 Februari sebuah konferensi
antara komandan maritim Belanda dan Amerika Serikat diadakan di Tjilitjap
(lihat Trouw, 19-05-1945). Namun situasi cepat berubah, angkatan laut Jepang
cepat menguasai keadaan. Masih pada bulan Februari terjadi pertepuran di Laut
Bali, kapal torpedo Hindia Belanda Piet Hein hilang dan kapal Tromp rusak parah
sehingga harus direlokasi dari bengkel Soerabaja dipindahkan ke Sydney untuk
diperbaiki. Beberapa kapal Hindia Belanda seperti ‘De Ruyter’ (kapal induk
Laksamana Muda Nacht Doorman) dan ‘Jawa’. ‘Exiter’, dan ‘Kortenaer’ serta ‘Witte
de With’ ‘telah dikalahkan dan beberapa kapal Amerika masih dapat melarikan
diri melalui selat Bali ke Australia. Sebagaimana diketahui pada bulan Maret
1942 Pemerintah Hindia Belanda menyatakan takluk kepada pendudukan militer
Jepang. Meski wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi sudah dikuasai
Jepang, tetapi sejumlah pertempuran masih terjadi di perairan Nusa Tengara
(Timor), Maluku dan Papua serta Pasifik. Sisa angkatan laut Hindia Belanda dan
angkatan laut Australia bahu membahu dalam sisa pertempuran ini.

Angkatan laut
Amerika Serikat segera bangkit lagi. Angkatan laut Amerika Serikat semakin
diperkuat di Pasifik, hingga pada akhirnya angkatan laut Amerika Serikat
mencapai Papua Nugini. Ini bermula ketika Amerika Serikat setelah
berbulan-bulan bertempur di Kepulauan Solomon (melawan Jepang), Laksamana
Nimitz bergeser ke utara (barat laut Pasifik). Dengan bekerjasama dengan
kekuatan gabungan angkatan laut Amerika Serikat (Australia dan Hindia
Belanda-NICA dari Australia), pasukan Mac Arthur pada tahun 1943 secara
perlahan-lahan dapat mendorong militer Jepang dan pada akhirnya menduduki
Eitape,
Pada
tanggal 23 April 1944 Hollandia (kini Jayapura) oleh pasukan Amerika Serikat dibebaskan
dengan bantuan kapal dan pesawat Belanda (lihat De opdracht: tijdschrift gewijd
aan het nieuwe Indie, 15-01-1945). Tujuan utama Amerika Serikat dari Papua dan
Morotai ingin membebaskan eks koloninya (Filipina) dari Jepang. Akhirnya pasukan
Amerika Serikat telah mendarat di pulau Baloet di pintu masuk teluk Davao (lihat
Helmondsch dagblad, 06-06-1945). Dari fase inilah kapal-kapal laut Amerika
Serikat mulai terlibat pertempuran di wilayah Indonesia (yang sejak awal tahun
1942 Jepang menduduki Indonesia).Ini bermula dengan serangan Amerika Serikat di
Kalimantan untuk merebut Balikpapan (lihat Leeuwarder koerier, 03-07-1945).

Sebelumnya
untuk mengantisipasi kehadiran Amerika Serikat, militer Jepang di Papua dan di
Maluku diperkuat dengan menggeser sebagian kekuatan di Jawa dan Sumatra.
Belanda (NICA) sudah mulai menyusup di Hollandia tetapi tidak meluas. Akan
tetapi situasi cepat berubah, Amerika Serikat yang semakin menguat di Pasifik
(termasuk di Aitape dan Morotai), yang mana Amerika Serikat telah duduk di
tengah (Filipina dan kemudan Kalimantan) yang pada akhirnya menjatuhkan bom
atom di dua kota penting di Jepang, Hirosima 6 Agustus dan Nagasaki 9 Agustus.

Setelah kota Hirosima
dan Nagasaki hancur, moral angkatan laut Amerika Serikat meningkat. Angkatan
laut Amerika Serikat segera pula memasuki wilayah peraiaran Indonesia. Akan
tetapi kekuatan militer Jepang di Indonesia masih terbilang kuat. Dengan dendam
atas kejadian Hirosima dan Nagasaki angkatan laut Jepang masih mampu menghalau
kapal-kapal Amerika Serikat yang memasuki perairan Indonesia. Namun naas, salah
satu kapal selam Amerika Serikat, Bullhead di Laut Bali jatuh pada tanggal 13
Agustus 1945.

Jepang
menyerah tanggal 14 Agustus 1945 dan atas desakan para pemuda revolusioner, Ir.
Soekarno dan Mohamad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17
Agustus 1945. Namun persoalan baru timbul, ketika Sekutu-Inggris melakukan
pelucutan senjata dan evaluasi militer Jepang, Inggris memberi jalan kepada
Belanda (NICA) memasuki Indonesia. Lalu terjadilan perang kemerdekaan, tidak
lama setelah Republik Indonesia dibentuk.

Dengan
menyerahnya Jepang kepada Sekutu, berita-berita di surat kabar di Eropa
(terutama Belanda) dan Amerika Serikat, mulai muncul berita-berita duka dan
berita-berita pencarian sanak keluarga yang telah menjadi korban perang. Surat
kabar di Belanda menerima berita dari korespondennya di Holland Michigan satu
keluarga yang terbit di Amerika Serikat, De Volksvriend, 13-09-1945
memberitakan John Overbeek tengah mencari kabar putranya Zeeman 1ste Class Paul
Overbeek yang termasuk di antara yang hilang dengan tenggelamnya kapal selam
Bullhead pada 13 Agustus. Dalam berita ini juga disebutkan bahwa Elmer Wlersma
adalah 22 tahun juga turut di dalam kapal selam Bullhead. Dia adalah putra dari
Tuan dan Nyonya John Wiersma dari Lynden, Washington. Mereka berdua ini
tampaknya orang asal Belanda warga negara Amerika Serikat.

Jatuhnya
kapal selam Amerika Serikat pada tanggal 13 Agustus 1945 di Laut Bali seperti
disebut di atas, berrmula dengan jatuh dua kota Jepang, lalu muncul euforia
diantara sesama sekutu (termasuk Belanda). Di Belanda telah menganggap perang Sekutu
melawan Jepang telah usai tetapi orang Belanda mempertanyaan bagaimana posisi
kerajaan Belanda dalam hal ini (lihat Trouw, 13-08-1945).

Namun yang tetap
menjadi pertanyaan adalah apa yang menyebabkan kapal selam Amerika Serikat
jatuh di Laut Bali
? Tidak ada berita konfirmasi yang dapat
ditemukan pada surat kabar selama bulan Agustus 1945. Ini dapat dipahami karena
luasnya kejadian perang (dari Eropa hingga Asia melawan Jepang) dan banyaknya
kejadian dan kehancuran armada laut baik milik Jepang maupun milik Sekutu. Hal
itulah, boleh jadi, mengapa kehilangan kapal selam Amerika Serikat Bullhead
tenggelam diantara berita-berita menyerahnya Jepang dan kedatangan Jenderal Mac
Arthur ke Jepang (Okinawa). Seperti disebut di atas, baru sebulan kemudian
(lihat De Volksvriend, 13-09-1945) ada berita seorang ayah yang kehilangan
anaknya yang ikut bersama kapal selam Bullhead yang tenggela pada tanggal 13
Agustus 1945.

Satu-satunya berita yang mengkonfirmasi
tenggelamnya kapal selam Amerika Serikat Bullhead adalah surat kabar Trouw, 25-08-1945.
Meski demiakan beritanya tidak terlalu jelas, sebagai berikut: ‘dari Freemantle
(di pantai Barat Daya Australia) kapal selam Amerika Serikat dan Inggris dilakukan
dengan sepuluh hingga lima belas perwira dinas rahasia atau dengan komando di
dalamnya, terasuk militer dan dinas rahasia Belanda, yang kemudian mendarat di
titik-titik tertentu dari pulau-pulau di Hindia Timur. Sementara agen rahasia
atau pasukan komando di darat melakukan tugas mereka, kapal selam berada dalam
bahaya dan diserang oleh pasukan angkatan laut atau udara musuh (Jepang).
Ratusan pria telah mendarat di Hindia Timur dan dijemput. Hal ini memungkinkan
untuk memperoleh aliran intelijen reguler dari wilayah pendudukan di kamp
Sekutu. Banyak pria pemberani tewas dalam pekerjaan yang sangat berbahaya ini.
Terkadang pertempuran sengit terjadi ketika seseorang ditemukan atau ketika
seseorang mengejar tugas tertentu. dengan aksi bersenjata dalam program
tersebut. Sekali atau dua kali kapal selam harus melarikan diri tanpa melihat
kesempatan untuk menunggu penumpangnya. Beberapa dari mereka yang tetap tinggal
dijemput setelah itu, tetapi beberapa tidak kembali. Sementara itu, beberapa
minggu yang lalu pertempuran sengit antara pasukan komando dan Jepang terjadi
di Jawa. Pertempuran dimenangkan oleh pasukan komando dan semua dievakuasi oleh
K-15 yang diperintahkan oleh Letnan Laut Kelas Satu Van Boetzelaar’.

Tunggu deskripsi
lengkanya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Kisah al Hakim, Ulama yang Mengaku Salah

Dukung LGBT, Starbuck Terancam Bangkrut

Sejarah Filipina (26): Sejarah Sepak Bola di Filipina, Mengapa Tidak? Apakah Orang Filipina Hanya Kenal Permainan Basket?

Iklan

Recommended Stories

SANGAT DIANJURKAN MEMOHON AMPUN DI SEPERTIGA MALAM TERAKHIR

04.09.2022
Syaikh Zainuddin Sarawak

Seribu Cup Gratis Dibagikan di Semarak Kopi Bengkulu CFD Jakarta

26.11.2017

Tips Masak Buat Mencegah Diabetes Part 1

02.12.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?