Seperti
biasa Pemerintah Hindia Belanda (berdasarkan rekomendasi para ahli, terutama
ahli geografi) pada akhirnya akan menetapkan nama yang tetap (beslit atau
staatsblad). Dalam hal inilah diduga nama Manggarai menjadi nama wilayah (di
pulau Flores) dan nama pulau di wilayah Manggarai disebut Pulau Komodo.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Komodo di Pulau Komodo
Pada
bulan Agustus 1913 berita tentang kadal raksasa yang disebut komodo viral di
Eropa seperti surat kabar Provinciale Drentsche en Asser courant, 05-08-1913 melansir berita dari Hindia
Belanda. Dalam berita tersebut nama komodo tersebut sudah mendapat nama
ilmiahnya dengan nama Varanus Comodoensis.

‘Surat kabar luar negeri (Hindia Belanda) menyebutkan kadal terbesar di dunia
ditemukan pada tahun 1912. Binatang buas itu ditemukan di pulau kecil Komodo,
yang terletak di antara Flores dan Sumbawa. Administrator van Steyn van Hensbroek,
yang mendengar dari penduduk asli bahwa kadal raksasa seperti itu sangat sering
terlihat disana; binatang seperti itu disebut buaya darat (land krokodil).
Terkadang binatang itu mencapai panjang enam hingga tujuh meter. Mereka tinggal
secara eksklusif di tanah, dimana mereka menggali lubang besar di bawah batu.
Binatang ‘bodoh’ itu sangat ‘cepat berdiri’. Namun mereka tidak bisa mendengar.
Mereka memangsa burung dan bangkai. Tuan van Steyn hanya berhasil mendapatkan
satu spesimen, hewan ini berukuran panjang 2,10 meter dan dikirim ke Jawa, dimana
ia ditemukan sebagai spesies baru, dan nama tempat hewan itu ditabalkan dengan nama
Varanus Comodenais. Karena beberapa spesimen lagi telah ditangkap, yang
terbesar memiliki panjang 4 meter di Museum Zoologi. Mungkin suatu hari nanti
seekor kadal tersebut bisa tumbuh sekitar enam meter’.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Â
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





