Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Banten (17): Sejarah Kota Caringin di Pantai Barat Banten; Antara Kota Anyer Kota Labuhan di Zaman Kuno Era Hindu

Tempo Doelo by Tempo Doelo
14.01.2021
Reading Time: 15 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Banten, klik Disini

Gambaran
masa kini dengan zaman kuno pada suatu wilayah kerap berbeda. Diantara jarak
waktu yang lama itu sejarah Caringin berlangsung. Kota Caringin di zaman kuno,
kini hanya sekadar nama desa di kecamatan Labuhan, kabupaten Pandeglang.
Sejatinya, Caringin adalah kota paling kuno di selatan wilayah Banten yang
sekarang, jauh lebih tua dari kota Labuhan dan kota Pandeglang. Bagaimana bisa
?

ADVERTISEMENT

Provinsi Banten kini terdiri dari empat Kabupaten
dan empat Kota. Empat kabupaten tersebut adalah kabupaten Lebak (ibu kota di
Rangkasbitung), kabupaten Pandeglang (ibu kota di Pandeglang), kabupaten Serang
(ibu kota akan pindanh dari Kota Serang ke Ciruas) dan kabupaten Tangerang (ibu
kota telah relokasi dari Kota Tangerang ke Tigaraksa). Nama kabupaten
Pandeglang mengikuti nama kota Pandeglang. Kabupaten Pandeglang terdiri dari
banyak kecamatan, sebanyak 35 buah. Beberapa nama kecamatan yang terbilang nama
lama adalah Pandeglang (ibu kota kabupaten), Carita, Labuhan, Panimbang,
Pulosari. Dua desa di kecamatan Labuhan adalah desa Labuhan dan desa Caringin.
Beberapa pulau dekat pantai di kawasan barat Banten ini yang terkenal adalah pulau
Panaitan. Last but not least: selatan wilayah Ujung Kulon dan din utara wilayah
kawasan gunung Karang berbagi dengan kabupaten Serang. Kota Pandeglang berada
di lerang gunung tersebut. Kota Pandeglang di pegunungan terhubung dengan kota
Labuhan dan kota Caringin di pantai.

Sejarah
kerap menunjukkan kejutan. Sejarah Caringin sejatinya adalah awal sejarah
(kabupaten) Pandeglang sendiri. Namun selama ini kurang terinformasikan. Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan
.
Permulaan tersebut berada di kota pelabuhan Tjaringin zaman kuno. Tjaringin
sendiri awalnya adalah suatu pulau: Pulau Cheringin. Nah, lho!.U
ntuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’
seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Nama Caringin: Labuhan dan
Pandeglang

Selain
nama Anyer, pada masa ini di pantai barat Banten hanya terkenal nama (pantai)
Carita dan kota Labuhan. Nama Caringin tenggelam diantara nama-nama Carita dan
Labuhan serta Pandeglang. Cerita tentang Caringin (Banten) seakan tidak ada
dalam lembar sejarah. Pada masa ini hanya Caringin yang di kabupaten Bogor
(kecamatan), kabupaten Sukabumi (Situ Gunung) dan Kota Bandung (kelurahan) yang
dikenal luas. Padahal sejatinya itu semua bermula dari Caringin Banten. Nama
yang sudah lama di zaman kuno. Nah, lho! Nama Caringin sendiri adalah satu hal,
sedangkan nama Ciwaringin (di Cirebon dan Bogor) adalah hal lain lagi.

Nama Caringin merujuk pada nama India di zaman
kuno (Chari-ngia). Hal itu juga mirip dengan Chara-boan (Cirebon) dan Chere-goan
(Cilegon). Tentu saja nama-nama Carita dan Labuhan merujuk pada nama-nama India
di zaman kuno. Nama Pandeglang juga merujuk pada nama India. Dengan kata lain,
nama-nama kota di pantai barat Banten sudah eksis sejak zaman kuno era Hindoe.

Lantas
mengapa lebih tua Caringin daripada Carita dan Labuhan
? Seperti halnya Anyer, Caringin di zaman kuno adalah
pintu gerbang (gateway) menuju pedalaman di (lereng gunung Karang). Caringin
adalah kota pelabuhan kuno sebelum terbentuknya pelabuhan baru di Labuhan. Pada
masa itu, Caringin berada di suatu teluk di muara sungai Caringin. Kota
pelabuhan Caringin ini begitu dekat dengan pedalaman (sementara Carita dan
Labuhan masih wilayah basah, rawa-rawa).

Dimana titik GPS kota pelabuhan Caringin di zaman
kuno tidak berada di desa Caringin yang sekarang. Akan tetapi lebih ke dalam di
daerah aliran sungai Caringin. Sumber air sungai Caringin berasal dari gunung
Pangajaran dan gunung Pulosari. Tempo doeloe nama sungai Caringin adalah sungai
Dangur (nama yang merujuk nama India). Tetangga dua gunung ini adalah gunung
Karang (hulu sungai Cibanten ke pantai utara) dan gunung Pulosari (muara sungai
Tjiangoeng di Labuhan dan sungai Tjibama di Menes). Di kawasan pegunungan
inilah di zaman kuno sebagai wilayah peradaban yang berpusat di kawasan danau
vulkanik (danau Dano). Pintu masuk menuju wilayah peradaban di pedalaman ini
diakses dari tiga titik utama: Banten, Anyer dan Caringin. Oleh karena itu
ketiga nama pelabuhan ini adalah pelabuhan-pelabuhan kuno di Banten.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Perkembangan Kota Pandenglang:
Caringin Masa Lalu, Labuhan Masa Depan

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Olahraga saat Pandemi, Trekking ke 3 Curug: Ciburial, Hordeng & Kembar

Frekuensi 153,375 Mhz / 153.380 Radio - Komunikasi Paseduluran Jogjakarta (RPJ)

Iklan

Recommended Stories

Inilah Biografi Ustadz Abdul Somad

Singapore’s Chinatown Trishaw Night Tour

22.10.2011

Sejarah Menjadi Indonesia (407): Pahlawan Indonesia dan Tan Eng Hoa Sarjana Hukum Anggota BPUPK;Rechthoogeschool Batavia

09.02.2022
RAHMAT DAN BERKAH PENERAPAN SYARIAH ISLAM

Best Buy 2020

13.12.2020

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?