*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Manado dalam blog ini Klik Disini
Sejarah Poso sudah ada sejak lama. Poso berada di sudut teluk Tomini.
Sejak era Pemerintah Hindia Belanda, Poso dijadikan sebagai ibu kota (afdeeling)
Midden Celebes, Residentei Manado. Namun pada era Republik Indonesia (daerah)
Sulawesi Tengah dihapuskan pada tahun 1952 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 09-08-1952). Tamat Poso sebagai ibu
kota afdeeling (daerah). Donggala dan Poso menjadi daerah otonom (kabupaten)
di provinsi Sulawesi.

1963, lalu pada tahun 1964 provinsi Sulawesi dimekarkan dengan
membentuk provinsi Sulawesi Tengah (berdasarkan Undang-undang No. 13/1964).
Namun ibu kota provinsi Sulawesi Tengah tidak dipilih di Poso (ibu kota lama) tetapi ditentukan
di Paloe (sebagai ibu kota baru). Ini berarti Poso menjadi masa lalu, lalu Paloe menjadi masa depan.
Beberapa tahun lalu, terjadi gempa yang diikuti tsunami pada tanggal 28-09-2018
di Palu dan Donggala (lihat artikel dalam blog ini Sejarah Makassar (15):
Sejarah Gempa di Sulawesi; Gempa Tsunami Palu Donggala (1927) Kembali Menyeret
Korban Banyak). Pasca kejadian ini sempat muncul gagasan pemindahan ibu kota
provinsi Sulawesi Tengah dari Palu ke kota lain. Namun itu tidak terlaksana.
Bagaimana
sejarah Poso dan sejarah Palu? Ketika Paloe belum dikenal luas, Poso sudah populer
sejak lama di teluk Tomini. Namun kini Palu lebih populer daripada Poso. Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan tentang
permulaan sejarah Poso dan sejara Palu serta untuk meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Poso
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






