Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bekasi (11): Douwes Dekker van Bekasi; Garis Perjuangan Eduard di Natal, Ernest di Bandoeng dan Camille di Bekasi

Tempo Doelo by Tempo Doelo
01.07.2019
Reading Time: 17 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Kota Bekasi dalam blog ini Klik Disini

Selama ini hanya dikenal dua Douwes Dekker yakni
Eduard Douwes Dekker yang pernah di Natal, Lebak dan Ambon dengan bukunya yang
terkenal Max Havelaar; dan Ernest Douwes Dekker yang di Bandoeng yang dikenal
sebagai Setia Buddhi Tiga Seangkai. Akan tetapi, kenyataannya juga terdapat
Douwes Dekker di Bekasi: Camille Hugo Douwes Dekker.

Camille Hugo Douwes Dekker

Di antara
Belanda yang rasis, juga terdapat yang humanis; di antara Belanda yang zalim
juga ada yang adil; di antara Belanda yang tidak punya hati ternyata juga ada
yang punya hati. Tiga Douwes Dekker yang disebut di atas adalah orang-orang
Belanda yang memiliki hati yang mulia terhadap orang pribumi. Mereka ini
humanis, adil dan berhati mulia. Oleh karena itu, mereka yang peduli terhadap
pribumi tidak jarang mereka dikucilkan oleh orang-orang Belanda sendiri.

Camille Hugo Douwes Dekker di Bekasi 1913 berbeda pendangan dengan
atasanya Asisten Residen. Camille Hugo Douwes Dekker, Controleur Bekasi cukup
akomodir terhadap perkembangan Sarikat Islam di Bekasi. Lalu pers Belanda
menghubungkan Camille Hugo Douwes Dekker dengan Controleur di Natal Eduard
Douwes Dekker alias Multatuli. Tidak salah memang, Eduard Douwes Dekker adalah
kakek buyut Camille Hugo Douwes Dekker. Lantas bagaimana kisah Camille Hugo
Douwes Dekker di Bekasi? Itu yang belum ditulis. Untuk itu mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sumber
utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat
kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Jalan Douwes Dekker di Lemah Abang, Cikarang, Bekasi

Semua orang tahu Douwes Dekker. Akan tetapi tidak
semua orang tahu nama Douwes Dekker ditabalkan sebagai nama jalan. Di era
kolonial Belanda tidak pernah ada nama jalan Douwes Dekker, tetapi di Medan dan
di Bandoeng terdapat nama jalan Max Havelaar. Pada era pangakuan kedaulan
Indonesia oleh Belanda (1950) nama jalan Max Havelaar digeser namanya menjadi
Jalan Multatuli. Pada masa ini nama Jalan Multatuli juga ditemukan di Jambi dan
Rangkasbitung.
Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi

Pada
masa ini ada ditemukan nama jalan Douwes Dekker. Nama jalan tersebut, hanya
satu-satunya, ditemukan di Lemah Abang, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Mengapa bukan jalan Multatuli? Itulah hebatnya. Siapa pula yang menabalkannya? Itu
pula hebohnya. Orang Belanda saja tidak berani menabalkan nama Douwes Dekker
sebagai nama jalan. Lepas daripada itu, fakta, bahwa kini ada nama Jalan Douwes
Dekker di Bekasi.

Di Bekasi pada masa ini ada nama jalan disebut
Jalan Douwes Dekker. Bagaimana hubungan penamaan nama jalan di Bekasi dengan
Bekasi sendiri sulit diketahui. Apakah penamaan jalan di Bekasi ini dihubungkan
dengan Eduard Douwes Dekker alias Multatuli atau Ernest Douwes Dekker alias
Setia Buddhi Tiga Serangkai? Juga sulit diketahui. Lantas apakah penabalan
jalan di Bekasi ini dihubungkan dengan seorang Controleur di Bekasi tempo
doeloe yang bernama Camille Hugo Douwes Dekker? Itu yang mau kita tunggu
jawabannya dari pembaca.
Camille
Hugo Douwes Dekker sebelum menjadi Controleur di Bekasi bertugas di Kepandjen, Pasoeroean
sebagai Controleur (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 09-09-1909).
Pada tahun 1910 Camille Hugo Douwes Dekker dipindahkan ke Bekasi. Pada awal
tahun 1912 Camille Hugo Douwes Dekker diberikan cuti dua tahun ke Eropa (lihat Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 26-01-1912). Lalu berangkat pada
bulan April (lihat De Preanger-bode, 12-04-1912). Sepulang dari Eropa akan ditempatkan
di Pekalongan (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 13-02-1914).

Camille Hugo Douwes Dekker dan Sarikat Islam di Bekasi

Asisten Residen Mr. De Quant mengakhiri tugasnya
sebagai Asisten Residen Meester Cornelis. Untuk memangku jabatan yang
ditinggalkan Quant digantikan oleh S Cohen Fzn, controelur di Buitenzorg (lihat
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 05-02-1912). Wilayah ini tidak
asing bagi Cohen karena sebelumnya pernah menjadi Controleur di Meester
Cornelis dan Bekasi. Selama persiapan Camille Hugo Douwes Dekker mengakhiri
tugasnya di Afdeeling Bekasi sebagai Controleur yaang akan berangkat ke Eropa
pada awal bulan April 1912 terjadi silang pendapat dengan S Cohen. Silang
pendapat ini karena sikap yang kasar Cohen terhadap Camille Hugo Douwes Dekker.

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Camille
Hugo Douwes Dekker yang tidak selaras dengan S Cohen, sebelumnya juga pendahulu
Douwes Dekker yakni Mr. Scholten, juga tidak selaras dengan Mr. Cohen dan
mengambil cuti ke luar negeri. S Cohen tidak hanya masalah bagi bawahannya,
tetapi Cohen juga telah membuat masalah dengan penduduk (pribumi). Ada
perbedaan yang jauh antara S Cohen dengan Douwes Dekker.
Belum lama S Cohen menjabat sebagai Asisten Residen,
penduduk diperintahkan untuk datang memperbaiki jalan dengan alat-alat. Namun
penduduk yang datang tidak semua membawa alat-alat. Lalu Mr Cohen menghukum 12
penduduk karena tidak membawa alat-alat seperti patjol, dll. Mr Cohen yakin
bahwa bahwa dengan hukuman ini akan memiliki efek jera dan bahwa tidak akan
terjadi gangguan, bahwa hubungan yang tegang antara tuan tanah dan penduduk adalah
konsekuensi dari pengaruh Sarekat Islam.
Penduduk
ini kemudian pergi dari Meester Cornelis ke Bekassi untuk berbicara dengan Controleur
Camille Hugo Douwes Dekker. Sesampai di Bekasi, penduduk tidak menemukan Camille
Hugo Douwes Dekker di rumah karena telah pergi ke Meester. Penduduk kemudian
beralih ke Wedana, yang sangat misterius dan tampaknya lebih di bawah Asisten Residen
Cohen daripada di bawah kendali Camille Hugo Douwes Dekker.
Perseteruan Camille Hugo Douwes Dekker dengan S
Cohen di satu pihak dan kedekatan penduduk Bekasi dengan Camille Hugo Douwes
Dekker mulai diutak utik pers dengan membanding-bandingkan dengan kasus tahun
1843 antara  Controleur di Natal Edward
Douwes Dekker yang humanis dengan Gubernur Sumatra’s Westkust AV Michiels yang
keras. Perbandingan ini dibuat, boleh jadi, kebetulan Camille Hugo Douwes
Dekker memiliki garis kekerabatan dengan Edward Douwes Dekker.
Pada
tahun 1842 Edward Douwes Dekker, seorang pegawai negeri yang masih baru di
Padang ditunjuk Gubernur Michiels untuk menjadi Controleur di Natal, Afdeeling
Mandailing en Angkola (Residentie Tapanoeli). Namun apa yang didengarnya dari
penduduk bagaimana Asisten Residen Mandailing en Angkola memerintah dalam
menjalankan program koffiestelsel. Program ini dimulai seiring dengan
dimulainya pemerintah Hindia Belanda di Afdeeling Mandailing en Angkola pada
tahun 1840. Banyak penduduk yang menolak, dan banyak pula yang dihukum dengan
menggunakan tangan militer. Akibatnya, banyak penduduk yang eksodus menuju
berbagai tempat termasuk menyeberang ke Semenanjung Malaka dan ke Afdeeling
Natal (tetangga Afdeeling Mandailing en Angkola). Penduduk yang eksodus banyak yang
mengeluh kepada Controleur Edward Douwes Dekker. Sebaliknya Edward Douwes Dekker
merespon keluhan penduduk yang mengeluh tersebut.
Sementara
Gubernur Sumatra’s Westkust AV Michiels memerintahkan kepada Controleur Edward
Douwes Dekker untuk menerapkan program koffiestelsel di Natal, justru
sebaliknya Edward Douwes Dekker mengadvokasi penduduk Mandailing en Ankola yang
berada di wilayahnya. Lalu perbuatan ini diketahui kolega-koleganya. Tindakan
yang menyimpang yang dilakukan Edward Douwes Dekker  sebagai pejabat pemerintah akhirnya Edward
Douwes Dekker dipecat sebagai Controleur. Edward Douwes Dekker dilakukan
tahanan kota di Padang dan hampir setahun tidak bertemu istrinya di Batavia.
Surat-surat istrinya ditahan dan tidak pernah diteruskan kepada Edward Douwes Dekker.
Peristiwa inilah kelak yang menjadi awal mula mengapa Edward Douwes Dekker
menyebut dirinya sebagai Multatuli (aku yang selalu menderita) yang menjadi
pemicu penulisan romannya berjudul Max Havelaar.
Lalu apa yang memicu perseteruan S Cohen dengan Camille
Hugo Douwes Dekker? S Cohen sangat dekat para pemilik tanah-tanah partikelir
(landheer) dan sangat adaptif terhadap kemauan para landheer yang kebetulam
pemilik land di Afdeeling Bekasi hampir semuanya adalah orang Tiomghoa. Camille
Hugo Douwes Dekker sangat dekat dengan penduduk dan welkom terhadap perkembangan
Sarikat Islam di Afdeeling Bekasi. S Cohen benci Sarikat Islam dan besar dugaan
S Cohen mengetahui Camille Hugo Douwes Dekker memberi ruang kepada Sarikat
Islam. Kebetulan saat itu kasus Ernest Douwes Dekker yang sudah sejak lama
ingin memisahkan dari Belanda dan membentuk negara sendiri dengan Indisch
Partij. Memperhatikan relasi-relasi ini sudah barang tentu hubungan antara S
Cohen dengan Camille Hugo Douwes Dekker bagaikan Micky-Mouse.
Belum
lama di Afdeeling Bekasi muncul gesekan antara Sarikat Islam dengan Khong Dji
Hin. Sarikat Islam telah memberi pengaruh yang kuat dan luas di Afdeeling
Bekasi. Keberadaan Khong Dji Hin menunjukkan anti Islam. Ketika seorang anggota
Khong Dji Hin mengadakan pesta di satu land di Telok Poetjoeng di sebelahnya
tinggal seorang anggota Sarikat Islam. Para tetangga ini bersumpah dan menyebut
mereka kongbabi. Atas perselisihan ini, pesan dikirim melalui telepon dari Bekassi
kepada Mr. Cohen di Meester Cornelis. Lalu Mr. Cohen segera tiba di Telok Poetjoen
dengan 6 hingga 8 mobil pada malam hari yang membawa 40 tentara. Psywar ini
kemudian membuat segalanya menjadi sunyi kembali, ketika para tentara itu
dipulangkan lagi. Semuanya tenang sekarang.
Di lain
pihak, sebelumnya Sarikat Islam telah memicu perjuangan ekonomi antara pemilik land
dan penduduk. Controleur Douwes Dekker yang menurut pers seorang yang tampaknya
merupakan kepribadian yang lemah (lembut) yang tidak pada tempatnya di Bekassi (yang
keras). Sementara Wedana Bekassi menurtu pers tampak sepenuhnya barada di bawah
kendali Mr. Cohen yang tidak kondusif untuk jalannya urusan yang baik di tempat
itu sendiri.

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Doa Selepas Azan & Iqamah

Doa Selepas Azan & Iqamah

Iklan

Recommended Stories

[Penginapan] Caravan Park Adelaide – Melbourne

03.12.2012
Hukum Mengingkari Adanya Jin dan Fenomena Kesurupan

Resep Ikan Wader Tepung Goreng 2 Kali Lebih Renyah dan Lebih Awet

22.07.2016

Mendengar Adzan Tidak Shalat Jumat

16.11.2020

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?