Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Kota Palembang (1): Asal Mula Terbentuk Kota Palembang; Pembangunan Benteng VOC 1662, Relokasi Kraton 1780

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.02.2019
Reading Time: 16 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Palembang dalam blog ini Klik Disini

Kota Palembang masa kini
adalah kota metropolitan yang dilintasi oleh sungai Musi. Kota Palembang bermula
dari seputar lingkungan kraton. Distrik Palembang adalah distrik pertama di
Sumatra yang mana pemerintahan pertama  Pemerintah
Hindia Belanda dibentuk. Sejak kehadiran orang Eropa/Belanda, kota Palembang
yang berkedudukan di sekitar kraton Palembang secara perlahan tumbuh dan
berkembang hingga mencapai bentuknya yang sekarang.

Kraton Palembang dan Pos VOC/Belanda, 1780

Dalam berbagai literatur sudah banyak
ditulis tentang keberadaan Palembang. Kota Palembang dikaitkan dengan Kerajaan
Sriwijaya yang diduga bermula di bukit Seguntang sebagaimana didasarkan pada
prasasti Kedukan Bukit pada tanggal 16 Juni 683, Tanggal ini kemudian ditabalkan
menjadi hari lahir Kota Palembang. Tentu saja banyak hal yang terjadi hingga
datangnya orang-orang Eropa ke Palembang. 
Itu adalah satu hal, tetapi dalam hal ini adalah bagaimana asal-usul terbentuknya
Kota Palembang yang tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan hingga
mencapai bentuknya yang sekarang. Deskripsi serupa ini kurang mendapat
perhatian para sejarawan. Padahal inti asal usul Kota Palembang yang sekarang justru
terletak disitu. Menghubungkan tanggal 16 Juni 683 dengan terbentuknya Kota
Palembang yang sekarang hanya akan membuat kita gagal paham mengapa dan
bagaimana Kota Palembang terbentuk menjadi seperti sekarang.

Meski sejarah Kota Palembang sudah banyak ditulis, namun
sejarah Kota Palembang tentu saja masih menarik untuk ditulis ulang. Sejarah
Kota Palembang tentu saja tidak hanya sekitar hal ihwal nama Palembang sendiri
dan kebesaran Kerajaan Sriwijaya di masa lampau. Sejarah Kota Palembang
haruslah dikaitkan dengan yang lain seperti kedatangan orang Eropa, keberadaan
sungai Musi, politik dan perang yang terjadi, pembangunan pusat perdagangan,
pembentukan pemerintahan dan pembangunan berbagai fasilitas, pembangunan moda transportasi
darat, perkembangan sosial seperti kesehatan dan pendidikan dan tentu saja perihal
yang terjadi selama pendudukan Jepang dan perang kemerdekaan hingga pengakuan
kedaulatan RI oleh Belanda. Dengan memperhatikan relasi-relasi tersebut baru
dimungkinkan kita memahami fokus sejarah Kota Palembang. Untuk itu, mari kita
mulai dari artikel pertama. Selamat mengikuti.

Asal Usul Awal Terbentuknya Kota Palembang: Palembang
Lamo ke Palembang Baru

Kota Palembang yang
sekarang adalah suatu situs penting dan situs paling strategis di pedalaman
(pulau) Sumatra di masa lampau (eks Kerajaan Sriwijaya). Setelah jenuhnya kota
pantai utama di Baroes (Tapanuli), situs di sungai Musi ini boleh dikatakan sebagai
situs terbaik yang dipilih oleh para pendahulu di era Budha/Hindu di pedalaman.
Posisi strategis situs sungai Musi ini jauh melebihi situs sungai Angkola
(Simangambat), situs sungai Baroemoen (Padang Lawas) dan situs sungai Kampar
(Moeara Takoes). Di empat situs ini terdapat bukti peninggalan kuno, tertua di
Sumatra, suatu petunjuk pada masa lampau telah terbentuk populasi (penduduk)
yang besar jumlahnya.
Situs tua di Sumatra (Peta 1597)

Banyak jalan dari laut menuju arus sungai Musi ke hulu hingga ke Lingga
(kini Lubuk Linggau). Dua sungai besar yang bermuara ke sungai Musi adalah
sungai Komering dan sungai Ogan. Antara muara sungai Komering dan muara sungai
Ogan di sisi utara sungai Musi menjadi pusat perdagangan di masa lampau. Pusat
perdagangan ini secara historis yang menjadi asal mula Kerajaan Sriwijaya dan kemudian
terbentuknya Kesultanan Palembang. Suatu pusat perdagangan yang mempertemukan
produk barang (industri) dari seberang lautan dan produk komoditi (kehutanan,
pertambangan dan pertanian) dari pedalaman. Pembentukan kraton adalah
terbentuknya kekuasaan. Lalu kekuasaan Kesultanan Palembang berhadapan dengan
Pemerintahan VOC/Belanda.

Meski situs-situs di (pulau) Sumatra ini berjauhan satu
sama lain, tetapi secara ekonomi terhubung dengan satu sama lain dalam era perdagangan
kuno produk kuno seperti emas, kamper, kemenyan dan damar. Sumber emas ditemukan
di berbagai tempat di Sumatra karena itu pulau Sumatra juga disebut pulau emas.

Kamper dan kemenyan hanya ditemukan di Tanah Batak yang karena itu muncul
kota kuno pertama yakni Baroes.Komoditi kamper dan kemenyan sebagai produk
dunia dari Tanah Batak juga mengalir ke situs sungai Musi.

Setelah era jaman kuno ini secara perlahan berakhir, era
jaman baru dimulai dengan produk komoditi baru yakni antara lain pala, lada dan
(getah) poeli. Pada era baru ini, situs sungai Musi masih tetap eksis (sebagai
pusat perdagangan strategis di pedalaman Sumatra). Namun semuanya harus dimulai
dari nol kembali. Ketika mengembalikan situs sungai Musi inilah muncul ke
permukaan yang disebut sebagai Kesultanan Palembang. Saat itu, keberadaan
VOC/Belanda sudah semakin kuat dengan membuka koloni baru di muara sungai
Tjiliwong (Batavia) pada tahun 1621 sebagai pusat perdagangan. Pada tahun 1662
VOC/Belanda melalui membangun benteng (fort) di sisi sungai Musi sebagai tempat
utama (hoofdplaats).

Komunikasi penguasa di
Palembang dengan VOC/Belanda dimulai tahun 1637. Sejumlah komunike dalam bentuk
nota (brieven) dikirimkan dari Batavia. Pada tahun 1643 dibuat suatu resolusi
dan kemudian dibuat lagi resolusi tahun 1644. Komunike ini berlangsung hingga
tahun 1645. Komunike dilanjutkan lagi pada tahun 1655, tahun 1656 dan 1658 yang
hasilnya dibuat resolusi tahun 1659, 1662 dan 1663. Data-data ini sudah
disarikan oleh penulis-penulis yang diduga kuat bersumber dari catatan harian
Kasteel Batavia. Untuk sekadar kilas balik, peta disamping ini merupakan
gambaran awal tentang siklus perdagangan komoditi kuno diantara dua pusat
kebudayaan besar (India dan Tiongkok) di Sumatra (Baros, Simangambat, Padang
Lawas dan Palembang).

Pada tahun 1666
kebijakan VOC/Belanda berubah dari sebelumnya hubungan perdagangan yang longgar
kemudian menjadi kebijakan yang mana penduduk dijadikan sebagai subjek. Proses
komunike yang terus berlangsung menghasilkan kembali resolusi tahun dan 1671.
Komunike dilakukan lagi pada tahun 1677 dan menghasilkan resolusi baru tahun 1678.
Pada tanggal 20 April 1678 dibuat kontrak antara Sultan  Ratoe dan D. 
de  Haas. Dibuat lagi resolusi baru
tahun 1679. Komunike dilanjutkan lagi tahun 1683. Pada tanggal 15 Januari 1691
dilakukan renovatie (perbaikan) kontrak yang terkait dengan tahun-tahun 1662,
1678, 1679 en 1681. Pada tanggal 16 Oktober 1691 dilakukan ratifikasi oleh
Hooge  Regering  terhadap renovatie tanggal 15  Januari 1691. Selain brieven, resolusi dan
contract juga ditemukan sejumlah memorie yakni tahun 1666, 1673, 1674, 1700,
1706, 1711 dan 1716. Pada tahun 1721 terdapat sebuah instruksi dan sebuah
rapport. Pada tanggal 2 Juni 1722 dilakukan renovatie terhadap contract.  Pada tanggal 6 Agustus 1723 dibuat ratificatie  terhadap renovatie  2 
Juni  1722. Pada tahun 1724 dibuat
lagi resolusi. Pada tanggal 10 September 1755 dibuat renovatie  terhadap contract sebelumnya.

Bataviase
nouvelles, 02-11-1744

Demikian seterusnya proses renovatie dan ratifikasi
berulang, yang terakhir ratifikasi tanggal 28 November  1791. Sementara intensitas pelayaran dari dan
ke Palembang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Tidak hanya kapal-kapal
dari Palembang ke Batavia tetapi juga dari Amsterdam langsung ke Palembang. Nama
kapal yang kerap hilir mudik antara Palembang dan Batavia adalah kapal De Kleine
Pallas (misalnya lihat  Bataviase
nouvelles, 02-11-1744).

Middelburgsche
courant, 01-05-1784

Dimana benteng (fort)
ini dibangun berada di sisi selatan sungai Ini dapat lihat pada Peta 1700. Kraton
Palembang dipindahkan dari tempat yang lama (Palembang Lamo) pada tahun 1780.
Benteng VOC/Belanda juga turut dipindahkan yang menempatkannya pada sisi yang
berhadapan ke arah utara kota lama, dimana kraton tetap di sisi utara sungai
Musi dan benteng berada di sisi selatan sungai. Era baru pembentukan kota
Palembang dimulai. Kemudian Residen pertama Palembang diangkat yakni C Fred.
Schreuder (lihat Middelburgsche courant, 01-05-1784). Ini mengindikasikan bahwa
di Palembang mulai merintis pemerintahan. Namun sejak tahun 1791 terjadi
interupsi yang mana terjadi pendudukan Prancis, VOC/Belanda dibubarkan dan
digantikan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Peta 1700

Sejak tahun 1791 tidak terdeteksi
interaksi antara Palembang dengan pejabat-pejabat atau para pedagang
VOC/Belanda. Boleh jadi hal itu karena VOC/Belanda sedang menghadapi berbagai
masalah. Hal ini diperburuk pada tahun 1795 pemerintahan VOC/Belanda diambil
alih Prancis. Meski demikian yang terjadi tampaknya tidak semua wilayah
berhasil dikuasai oleh Prancis. Seperti diberitakan Amsterdamse courant, 06-03-1798:
‘Berdasarkan pesan-pesan otentik dari Batavia, tertanggal 6 Juli 1797, tidak semua
Pulau Jawa diserang secara paksa, tetapi Republik ini (baca: VOC/Belanda0 masih
memiliki Ternate, Makasser, Banjermasing dan Palembang; Mereka (Prancis) hanya
menang telak di Batavia. Sementara dari pesan lainya bahwa Ternate, khususnya,
betapapun lemahnya penduduk gagah berani penduduk melakukan perlawanan yang
dikontrol oleh Engelschen..’.

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Pada tahun 1799
VOC/Belanda dinyatakan bubar dan kemudian diambilalih oleh Kerajaan Belanda
sehubungan dengan berakhirnya pendudukan Prancis dengan membentuk Pemerintahan
Hindia Belanda tahun 1800. Pemerintahan Hindia Belanda dalam hal ini seakan
memulai dari nol kembali dan pada permulaan ini baru terkonsentrasi di (pulau)
Jawa yang mana sejak era Gubernnur Jenderal Daendels yang dimulai tahun 1809
membuat program pembangunan jalan utama (Grooteweg) antara Anjer hingga
Panaroecan.

Java government gazette, 04-07-1812

Namun tidak lama kemudian terjadi
pendudukan militer Inggris di Batavia pada tahun 1811. Pemerintah Hindia
Belanda yang masih muda lumpuh. Wilayah-wilayah kekuasaannya di luar (pulau)
Jawa melakukan pemberontakan termasuk di Saparoea (Maluku) dan Palembang
(Sumatra). Pada situasi ini ekspedisi Inggris dikirim ke Banca dan Palembang.
Bagaimana gambaran (pelabuhan) Palembang saat awal pendudukan Inggris di
Palembang dilukiskan oleh surat kabar  Java government gazette, 04-07-1812.
Disebutkan tentang situasi penduduk dan permukiman di kedua sisi sungai Moesi
dan produksi yang diperdagangakan di pelabuhan Palemmbang seperti gambir,
kapas, damar, gading, mata kucing, belerang, garam, lilin, beras, benzoin,
nila, tembakau, pinang, kerbau dan emas, tetapi item yang paling penting adalah
timah Banca. Sebagian besar yang lain adalah dibeli dari wilayah yang jauh di
bagian pedalaman Sumatra.  

Ketika Pemerintah Hindia Belanda berkuasa kembali pada
tahun 1816, mulai dilakukan ekspansi ke Sumatra. Pelembang dan Lampong
dinormalisasi. Pemerintah Hindia Belanda melakukan aneksasi di Pantai Barat Sumatra
(Sumatra’s Westkust) termasuk Tapanoeli. Dalam fase aneksasi di Pantai Barat
Sumatra ini, Pemerintah Hindia Belanda melakukan tukar guling antara Bengcoolen
yang dimiliki Inggris dengan wilayah yang dikuasai Belandi di Malacca (1824).
Wilayah Pantai Barat Sumatra baru tahun 1840 benar-benar dapat dikuasai.
Pemerintah Hindia Belanda melanjutkan incasi ke Riaou (1850a) dan Sumatra’s
Oostkust tahun 1860an dan terakhir melakukan invasi ke Atjeh pada tahun 1870an,

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Hukum Akikah & Memberi Nama Bayi yang Sudah Meninggal

Hukum Akikah & Memberi Nama Bayi yang Sudah Meninggal

Hukum Akikah & Memberi Nama Bayi yang Sudah Meninggal

Hukum Akikah & Memberi Nama Bayi yang Sudah Meninggal

Iklan

Recommended Stories

NAMA NAMA ALLAH TIDAK DIBATASI JUMLAHNYA

28.03.2016

Icip-icip Nasi Kapau Kuliner Minang yang Menggugah Selera

02.10.2015

Elemen Komunikasi Interpersonal

09.06.2008

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?