Koresponden Kantor Berita Aneta dari Rheims
melaporkan bahwa jumlah penonton yang hadir ternyata melebihi kapasitas stadion
(20.000 penonton, kapasitas 19.000 tempat duduk). Bahwa setiap ada terobosan
dari pemain-pemain Indonesia penonton bersorak, sementara setiap pelanggaran
yang dibuat Tim Hungaria, penonton menjawab dengan ejekan. Tim Indonesia yang
mengenakan kostum kemeja oranye. Pertandingan pada awalnya tampak saling
serang. Para pemain Indonesia berani adu bodi dengan pemain-pemain Hungarian
yang tinggi besar, namun pemain Indonesia seringkali terlempar. Mo Heng sangat
aktif dan berulang-ulang menyelamatkan gawangnya, di lini tengah Meeng unggul
dan berulang kali mematahkan sayap Hungaria dengan baik. Kesan umum adalah
bahwa permainan kolektif Tim Indonesia belum terjalin, tetapi kinerja individu
pemain sangat baik. Pemain-pemain Indonesia yang mendapat pujian dari
petandingan ini adalah Taihitu, Hong Djien, Mo Heng, Samuels dan Meeng (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 07-06-1938).
![]() |
| Tiba di Tandjong Priok (Het nieuws voor NI, 20-07-1938 |
Di Indonesia, siaran langsung pandangan mata pertandingan antara
Indonesia vs Hungaria dapat ditangkap melalui radio sekitar pukul sepuluh malam yang direley oleh beberapa
stasion radio, seperti Eress Radio. Pengumuman adanya siaran radio ini sudah diiklankan di berbagai
surat kabar di tanah air sejak tanggal 2 Juni 1938 (bersamaan dengan
keberangkatan Tim Indonesia dari Den Haag menuju Rheims, Prancis). Demam
sepakbola Piala Dunia kala itu di Indonesia memang tidak ubahnya dengan situasi
dan kondisi sekarang, namun kala itu ‘jauh di mata, tetapi dekat di telinga’.
Selamat mendengar. Jangan lupa sambil melakukan aktivitas yang lain.






