Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Cagar Alam Depok, Pertama Sejak Era Hindia Belanda: Mengapa Sekarang Disebut ‘Taman Hutan Raya”

Tempo Doelo by Tempo Doelo
19.08.2012
Reading Time: 10 mins read
0
ADVERTISEMENT


Buga juga Sejarah Cagar Alam terbaru dalam blog ini Klik Disini

RELATED POSTS

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia

Cagar Alam (Tahura) Depok di tengah pemukiman padat

Cagar Alam Depok sudah ditetapkan sejak era Hindia Belanda. Kini, cagar alam pertama tersebut sering disebut Taman
Hutan Raya (Tahura). Cagar alam/tahura Depok ini berada di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas
Kota Depok (dekat dengan
stasiun kereta api
Depok Lama
).
Hutan yang dulu luasnya 30 Ha, kini hanya tersisa seluas 6 Ha. Hutan ini adalah
hutan peninggalan di Depok sejak abad-17. Waktu itu, wilayah Depok masih
memiliki hutan yang luas, namun lambat laun hutan tersebut beralih menjadi
areal pertanian. Khawatir dengan menyusutnya luas hutan, maka hutan yang masih
tersisa oleh Nederlands Indische Vereniging Tot Natuur Berscherming (Perhimpunan
Perlindungan Hutan Alam Hindia Belanda) bekerja sama dengan kota praja (Gemeente)
Depok ditetapkan sebagai cagar alam (natuur reservaat). Konon, penetapan cagar
alam ini dilaporkan kepada Prof Porsch di Wina, Austria dan dinyatakan secara
resmi sebagai cagar alam pertama di Hindia Belanda. Peruntukkan hutan  cagar alam merupakan hibah dari seorang partikelir
bernama Cornelis Castelein seluas 30 ha. Ini berbeda dengan pembangunan Kebun
Raya Bogor di Buitenzorg (Bogor) yang dimaksudkan untuk menghutankan kembali
dengan mengumpulkan pohon langka (forest). Cagar Alam Depok sendiri justru ditetapkan
untuk tetap mempertahankan keasliannya sebagai asli hutan belantara (jungle).

Penetapan hutan
ini menjadi cagar alam tidak saja karena semakin menipisnya areal hutan asli di
Depok kala itu, tetapi juga
karena hutan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi serta dapat berfungsi
sebagai resapan air
. Awalnya di hutan ini terdapat berbagai jenis flora dan
fauna langka yang perlu dilestarikan. Pepohonan yang rindang dan menjulang
tinggi, merupakan habitat yang nyaman bagi berbagai jenis burung.
Sementara di dalam semak belukar  menjadi habitat bermacam sarangga, berbagai hewan seperti kijang, harimau
Jawa, monyet, kancil, rusa
, bangau putih, dan
kelinci hutan. 
Namun
semua kekayaan hayati tersebut hanya tinggal kenangan masa lampau. Hingga tahun 2000 di hutan ini masih ditemukan
monyet, biawak dan ular. Kini, yang tersisa hanya hewan melata serta sejumlah
jenis burung.
Keadaannya sudah tak ada bedanya dengan sebuah
lahan yang dengan mudah disulap menjadi hutan beton.













































Menurut Peraturan Menteri
Kehutanan Nomor P.53/MENHUT-II/2006 tentang Lembaga Konservasi dijelaskan bahwa
konservasi eksitu adalah konservasi tumbuhan dan atau satwa yang dilakukan di
luar habitat alaminya.

B
entuk-bentuk konservasi eksitu antara lain kebun
binatang, kebun raya, arboretum, taman hutan raya,
taman safari, kebun botani, taman burung, taman kupu-kupu, dan berbagai
penangkaran satwa. Konservasi eksitu dimaksudkan untuk ikut mendorong
pengembangan

konservasi flora dan fauna dengan cara :

ADVERTISEMENT




1)    Pada periode tertentu flora dan fauna hasil konservasi
eksitu dapat dilepaskan kembali ke habitat alaminya untuk memelihara jumlah dan
variabilitas genetik (terpeliharanya keanekaragaman genetik) di dalam
populasinya di alam atau biasa disebut restocking.



2)    Hasil-hasil penelitian dari populasi eksitu dapat
memberikan manfaat sebagai dasar-dasar biologi untuk menentukan strategi atau
upaya-upaya konservasi baru.



3)    Populasi eksitu dapat digunakan untuk atraksi satwa,
seperti di kebun binatang atau taman safari.



4)    Hasil pengembangan populasi di kawasan konservasi eksitu
dapat digunakan untuk berbagai keperluan penelitian sehingga tidak perlu
mengganggu populasi di alam.


5)    Kawasan konservasi eksitu juga dapat digunakan sebagai
tempat atau media pendidikan dan penelitian bagi masyarakat.

Meskipun konservasi eksitu
memberikan manfaat dalam membantu perlindungan jenis, namun ada beberapa
keterbatasan/kekurangan jika dibandingkan dengan konservasi insitu, yaitu :

1.    
Ukuran populasi
dalam kawasan konservasi eksitu biasanya terbatas.

2.    
Variasi genetis
(keanekaragaman genetis) terbatas karena populasi yang kecil.

3.   Kemampuan spesies
(jenis) agar tetap bertahan hidup berkurang karena biasanya segala kebutuhan
hidupnya tersedia sehingga tidak ada kemampuan mencari (berjuang) untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.

4.   Mudah beradaptasi
dengan perubahan lingkungan buatan sehingga ketika dilepas ke alam yang
sebenarnya maka daya hidupnya sangat menurun.

5.    
Biasanya
terkonsentrasi pada tempat-tempat tertentu saja, sehingga lebih tahan terhadap
gangguan dan mudah terancam akan perubahan atau tekanan lingkungan

6.    Untuk menjaga
keberlanjutan konservasi eksitu, maka diperlukan dana dan biaya yang besar,
fasilitas yang memadai, dan tenaga terlatih. Ketiga hal tersebut seringkali
menjadi masalah utama pelaksanaan konservasi eksitu, terutama biaya
pengelolaannya yang sangat besar.


Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (31): Kawasan pegunungan Jawa Timur

31.12.2021
Sejarah

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (5)

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (325): Pahlawan Indonesia Tadjuddin Noor, Borneo; Indische Vereeniging di Leiden, Volksraad di Batavia

30.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (324): Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris Asal Kutai; Pantai Timur Borneo pada Era VOC

30.12.2021
Sejarah

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (30): Enam foto dari Jawa Timur

29.12.2021
Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (323): Pahlawan Nasional Pengeran Mohamad Noor, Banjar; THS te Bandoeng, Volksraad dan BPUPKI

29.12.2021
Next Post

Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo, Jawa Tengah

#JKTSepiVII

Iklan

Recommended Stories

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Prudential Indonesia di Pekalongan

28.12.2021
dermaga tepian mahligai Yang Memiliki Suasana Bali

dermaga tepian mahligai Yang Memiliki Suasana Bali

07.02.2019
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Manulife Indonesia di Yogyakarta

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Manulife Indonesia di Yogyakarta

13.05.2022

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?