Pada era Hindia Belanda yang
melanjutkan studi lebih tinggi adalah laki-laki. Lebih-lebih jika pendidikan
tinggi tersebut harus jauh ke Belanda. Satu yang pertama perempuan pertama yang
studi ke Belanda datang dari keluarga Ong Kie Hong di Ambon. Tidak hanya satu
orang bahkan empat sekaligus putri dari Ong Kie Hong. Sedangkan perempuan pribumi
pertama studi ke Belanda baru sepuluh tahun kemudian, Ida Loemongga, putri Dr
Haroen Al Rasjid di Teloek Betoeng pada tahun 1922.
Dalam lama Geni.com, Ong Kie Hong lahir di Ambon tahun 1861 (meinggal tahun
1914). Ong Kie Hong terbilang kaya. Ong Kie Hong juga punya anak cukup banyak.
Nama-nama anaknya adalah Gretha Helena Ongkiehong; Selastien Theresia
Ongkiehong; Sioe Djien Ongkiehong; Henri Coenrad Ongkiehong; Kok Seang
Ongkiehong; Simon egbert Ongkiehong; Heinrich Frederik Ongkiehong; Sien
Everdien Ongkiehong; Theodorus Leonardus Ongkiehong; Bastiaan Lodewijk
Ongkiehong; Ong Aan Nio/ Anna Lucia ONGKIEHONG; Erna Louisa Ongkiehong;
Theodora Johanna Ongkiehong; Ong Lo Nio/ Laura Charlotte ONGKIEHONG dan Tony
Piet Ongkiehong. Empat diantara anak-anaknya ini yang berangkat studi ke
Belanda pada tahun1912.
Lantas
bagaimana sejarah Nona Ong Kie Hong? Seperti disebut di atas, Nona Ong Kie Hong
salah satu dari empat putri Ong Kie Hong di Ambon yang berangkat studi ke
Belanda tahun 1912. Lalu bagaimana sejarah Nona Ong Kie Hong? Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku
hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Nona
Ong Kie Hong, Ambon: Kongres Mahasiswa Indonesia di Belanda
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Perempuan-Perempuan Tangguh
Studi ke Belanda: Ida Loemongga Nasoetion dan HT Ong Kie Hong
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





