ELS atau HIS. Lama studi adalah lima tahun. HBS Semarang juga menyelenggarakan
AMS 6 tahun. Salah satu lulusan pertama pribumi yang dikenal adalah Raden
Kartono (abang dari RA Kartini) pada tahun 1896 yang kemudian melanjutkan studi
ke Belanda. Setelah selesai studi R Kartono aktif di jurnalistik. Pada
tahun-tahun terakhir diktehaui sudah berada di tanah air, aktif sebagai
pengurus sekolah Taman Siswa yang berpusat di Jogjakarta. Dalam daftar satu kelas
dengan Tan Eng Hoa terdapat nama RM Soesalit, yang besar dugaan adalah anak
dari RA Kartini.
Eng Hoa tidak melanjutkan studi ke Belanda, tetapi lebih memilih di dalam
negeri. Pada tahun 1925 di Indonesia (baca: Hindia Belanda), paling tidak sudah
ada dua perguruan tinggi yakni fakultas teknik THS di Bandoeng (dibuka tahun
1920) dan fakultas hukum RHS di Batavia (dibuka tahun 1924). Tan Eng Hoa studi
di Rechthoogeschool (RHS) di Batavia. Pada tahun 1926 Tan Eng Hoa lulus ujian
kandidat pertama (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 16-07-1926).
Yang sama-sama lulus ujian kandidat pertama
dengan Tan Eng Hoa antara lain Raden Tirtawinata, Raden Santoso Tohar, Mas
Soekirno, Mas Soegondo, Joesoef Adiwinata,
Mas Mohamad Moeksinoem dan Mas Soedardjat. Seperti kita lihat nanti Soegondo
adalah ketua Kongres Pemuda 1928, sementara sebagai sekretaris adalah Mohamad
Jamin dan bendahara Amir Sjarifoeddin Harahap. Ketiga panitia ainti Kongres
Pemuda ini sama-sama studi di Rechthoogeschool Batavia.
Tan
Eng Hoa tidak hanya pintar dalam studi juga jago dalam permainan olah raga
tennis. Dalam pertandingan antara mahasiswa Bandoeng dan Batavia tahun 1927,
Tan Eng Hoa salah satu pemain dari Batavia (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 06-09-1927). Pada tahun 1929 Tan Eng Hoa di RHS lulus ujian
kandidat kedua (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 26-04-1929). Yang juga bersamaan
lulus adalah Soenario dan MM Moeksinoem. Tan Eng Hoa terus aktif bermain
tennis.
Pada akhir tahun 1929 Tan Eng Hoa mengikuti
Choneesche Java Kampioenschap yang diadakan di Malang (lihat De locomotief, 17-12-1929).
Tan Eng Hoa sebagai pemain ganda dari Batavia. Pada tahun 1930 dan 1931 Tan Eng
Hoa masih aktif bermain tennis. Tampkanya Tan Eng Hoa lebih terkenal sebagai
pemain tennis daripada mahasiswa fakultas hukum. Apakah Tan Eng Hoa telah lupa
pada studinya?
Seperti
kata ahli sejarah tempo doelo, jika menyukai olah raga jangan melalaikan studi.
Olah raga membentuk badan yang sehat dan jiwa yang baik. Tampaknya Tan Eng Hoa
mengikuti nasehat itu. Pada bulan Februari 1932 Tan Eng Hoa lulus ujian
doktoral pertama di RHS (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 02-02-1932). Nasehat
kedua yang tetap diikuti oleh Tan Eng Hoa adalah jika sukses studi jang pula
lupa olah raga, Pada tahun 1932 Tan Eng Hoa masih bermain tennis (lihat antara
lain Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 22-08-1932). Pada akhir
tahun 1932 ini Tan Eng Hoa tidak hanya mendapat gelar juara tennis tetapi juga
gelar studi. Tan Eng Hoa lulus ujian doktoral kedua (lihat De locomotief, 16-12-1932).
Sarjana hukum pertama orang Tionghoa (Cina) di
Hindia Belanda adalah Mr Lie Tjong Tie yang diperoleh di Belanda pada tahun 1930
(lihat Arnhemsche courant, 19-03-1930). Disebutkan lulus ujian akhir di Leiden
dalam bidang Indisch Recht (hukum Hindia) Lie Tjong Tie. Sebagaimana diketahui Lie
Tjong Tie adalah salah satu angkatan pertama di Rechthoogeschool Batavia tahun
1924. Namun setelah ujian kandidat pertama, Lie Tjong Tie melanjutkan studi ke
Belanda.
Pada
awal tahun 1933 Tan Eng Hoa dan Mr R Ch Benjamins dinyatakan pemerintah sebagai
advokat (lihat De koerier, 10-02-1933). Mereka berdua membuka kantor hukum di
Batavia beralamay di Kali Besar West No.17 (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 13-02-1933).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Rechthoogeschool di Batavia:
Putra Putri Tionghoa Sarjana Hukum
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





