Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (77): James I. Pamoedjo dan Orang Indonesia di Amerika Serikat; KMB di Den Haag dan PBB di New York

Tempo Doelo by Tempo Doelo
04.02.2023
Reading Time: 15 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini

Banyak nama Pamoedjo, terutama di Jawa. Juga
tidak sulit menemukan nama Imam Pamoedjo. Akan tetapi hanya satu nama bernama James
Imam Pamoedjoe. So, what? Nah, disini titik masalahnya. Siapa James Imam
Pamoedjo? Usut punya usut, tempo doeloe nama Imam Pamoedjo terkait dengan Amerika
Serikat. Bagaimana bisa? Nah, itu dia! Mari kita lacak!


Lost
and Found
: Dalam narasi sejarah masa kini, banyak tokoh kecil digelembungkan
dan banyak pula tokoh besar yang dikerdilkan. Itu satu soal. Pertanyaan dalam
hal ini bagaimana dengan soal lost and found para pelaku sejarah. Satu yang
pasti, sudah banyak nama yang hilang selama ini (lost) kemudian ditemukan (found)
sebagai pelaku sejarah yang penting yang kemudian namanya terus diapungkan ke
permukaan. Namun juga masih banyak, tentu saja, nama-nama yang hebat dalam
peristiwa sejarah masa lalu, tetapi belum berhasil diungkapkan, yang dalam hal
ini juga termasuk yang belum ditemukan (lost of lost). Nama James Imam
Pamoedjo, salah satu pelaku sejarah yang sudah ditemukan tetapi belum
sepenuhnya terinformasikan. Sejarah tetaplah sejarah. Sejarah adalah narasi
fakta dan data. Dalam blog ini sudah banyak pelaku sejarah (lost) yang
ditemukan (found).

Lantas bagaimana sejarah James Imam Pamoedjo
dan orang-orang Indonesia di Amerika Serikat? Seperti disebut di atas, banyak pelaku
sejarah yang tidak terinformasikan (lost), tetapi juga mulai banyak yang lost
of lost mulai ditemukan (found) termasuk James Imam Pamoedjo. Lalu apakah nama
Pamoedjo ini terhubung dengan sejarah Soerakarta? Yang jelas ada peristiwa
sejarah tentang Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan orang-orang Indonesia di
PBB. Lalu bagaimana sejarah James Imam Pamoedjo dan orang-orang Indonesia di
Amerika Serikat? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

James Imam Pamoedjo dan Orang-Orang Indonesia di
Amerika Serikat; Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan PBB

James Imam Pamoedjo berada di Jogjakarta pada saat
pendudukan militer Belanda/NICA pada tanggal 19 Desember 1948. James Imam
Pamoedjo bukan warga negara Indonesia, tetapi warga negara Amerika Serikat.
James Imam Pamoedjo menjadi warga negara Amerika karena pernah bertugas di
ketentaraan Amerika selama perang. James Imam Pamoedjo datang ke Indonesia bersama
seorang pilot Amerika. James Imam Pamoedjo bersama rekan pilot Amerikanya
ditangkap di Djogjakarta dan kemudian dievakuasi ke Batavia/Djakarta (lihat Twentsch
dagblad Tubantia en Enschedesche courant en Vrije Twentsche courant, 21-12-1948).


Teman Amerika James Imam Pamoedjo juga ditangkap dan dievakuasi ke
Batavia. Yang juga ditangkap dam dievakuasi ke Batavia adalah dua orang Amerika
yang disebut tengah melakukan penelitian di Jogjakarta. James Fleming sang pilot
dan seorang Filipina Jules Villaneuve ditangkap. James Fleming dan Jules
Villaneuve ditangkap di Djokja karena mereka dicurigai melewati batas blockade
dan melayani orang Republik. Atas alasan penelitian di Jogjakarta, kedua Amerika
yang lain dibebaskan sesampai di Batavia, tetapi James Imam Pamoedjo dan pilot serta
orang Filipina tetap ditahan.

Dalam perkembangannya James Pamoedjo atas bantuan
konsulat Amerika di Batavia dibebaskan (lihat De Maasbode, 22-12-1948). Disebutkan
menurut pernyataan dari konsulat Amerika di Batavia, dua orang Amerika dan
seorang Filipina, yang mendarat pada hari Minggu dengan sebuah Catalina di
lapangan terbang Magoewo, setelah pasukan Belanda meduduki, dibebaskan. Mereka
dapat kembali ke Manila melalui Bangkok. Mereka adalah pilot Fleming dari
Manila, insinyur penerbangannya dari Filipina, dan satu J. Pamoedjo, seorang
warga negara Indonesia, yang menjadi warga negara Amerika melalui naturalisasi
setelah bertugas di angkatan bersenjata Amerika Serikat.

 

Nieuwe courant, 23-12-1948 memberitakan bahwa pilot pesawat Catalina yang
mendarat di Magoewo tidak lama setelah pendudukan Belanda adalah Fleming
seorang Amerika dengan dibantu mekanik dari Filipina dan dua awaknya orang
Indonesia yang menjadi warga negara Amerika Serikat. Salah satu awak tersebut
adalah James Imam Pamoedjo.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan PBB di New York:
Orang-Orang Indonesia di Amerika Serikat

Siapa sesungguhnya James Imam Pamoedjo masih
bersifat teka-teki. Riwayat awalnya kurang terinformasikan. Seorang Indonesia
telah menjadi warga negara pada awal kemerdekaan Indonesia tentulah hal yang
sangat jarang. Sejauh ini belum ada terindikasi orang Indonesia menjadi warga
negara Amerika, tetapi, dan boleh jadi Imam Pamoedjo adalah yang pertama. Bahwa
orang Indonesia jauh sebelum itu yang pernah ke Amerika Serikat sudah banyak,
terutama dalam kaitan pendidikan dan penugasan. Namun orang Indonesia menjadi warga negara Belanda sudah banyak, bahkan sejak dari awal seperti Dr Abdoel Rivai dan (Haji) Agus Salim (pernah menjadi Menteri Luar Negeri RI).


Seperti disebut di atas, banyak nama Pamoedjo, bahkan nama Imam Pamoedjo
tidak hanya satu orang. Seorang belia remaja setelah menyelesaikan pendidikan
sekolah menengah pertama (MULO), Imam Pamoedjo melanjutkan ke sekolah menengah
atas (AMS) di Jogjakarta. Pada tahun 1934 Imam Pamoedjo lulus ujian naik dari
kelas satu ke kelas dua (lihat De locomotief, 29-05-1934). Ada sebanyak 56
siswa yang gagal naik ke kelas dua. Selain Imam Pamoedjo, yang lulus ujian
antara lain Abdoel Kahar, I Ketoet Oka, Sie King Hie, JR Goudberg dan Hyronemus
Hoetabarat. Di atas mereka yang tidak lulus ujian naik dari kelas dua ke kelas
tiga sebanyak 34 siswa. Sedangkan yang lulus ujian antara lain R Soedarto. Amir
Hasan, Marah Indra, R Santoso, R Soemitro, Bisman Panajoengan, Yap Djoen Nio,
PF Janssen, Amir Hamzah, Imam Soekabar dan Panangaran Siregar. Catatan: Seperti
HBS, sekolah AMS menggunakan bahasa pengantar bahasa Belanda.Lulusan AMS dapat
melanjutkan ke perguruan tinggi. Seorang remaja lainnya, setelah lulus MULO
melanjutkan studi ke Jogjakarta. R Imam Pamoedjo lulus ujian naik dari kelas
satu ke kelas dua di AMS Jogjakarta tahun 1936 (lihat Algemeen handelsblad voor
Nederlandsch-Indie, 04-06-1936). Siapa diantara Imam Pamoedjo yang sekolah AMS
di Jogjakarta yang terkait dengan James Imam Pamoedjo yang menjadi warga negara
Amerika tidak diketahui secara pasti. Apakah Imam Pamoedjo yang lain lagi? Pada
tahun 1947 nama Pamoedjo juga diketahui berada di Amerika Serikat (lihat Algemeen
Indisch dagblad, 18-01-1947). Disebutkan New York, 17 Januari (Aneta): Di bawah
naungan Ballet Society di New York, 3 penari Indonesia, Soekaro, Ratnamohini
dan Pamoedjo menampilkan sejumlah tarian keraton dan rakyat Jawa di teater
Hunter College.

Sejak awal para pelajar Indonesia biasanya melanjutkan
studi ke Belanda, ada beberapa yang ke Jerman dan Swiss. Secara umum hanya
terbatas di Eropa. Namun setelah lulus studi setelah meraih sarjana atau gelar doctor
ada yang melakukan kunjungan singkat ke Amerika Serikat yang umumnya untuk
meningkatkan pengetahuan atau keterampilan. Satu kunjungan terpenting orang
Indonesia ke Amerika di New York terjadi pada tahun 1949 yang terkait dengan proses
panjang Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Pada saat
berlangsung proses KMB Mr Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia diutus
dari Belanda mewakili Indonesia untuk menghadiri Sidang Umum PBB yang diadakan
di markas PBB di New York 
(lihat De Telegraaf, 22-10-1949). Disebutkan Prof. Mr. Todung gelar Sutan
Gunung Mulia memimpin delgasi kecil menghadiri Sidang Umum PBB yang keempat di
Lake Success, New Yor Amerika Serikat. Dalam hal ini boleh dikatakan sebagai
orang Indonesia pertama yang hadir di dalam sidang umum PBB. Sebgaiimana diketahui
setahun kemudian Indonesia diterima menjadi anggota PBB.


Soetan Goenoeng Moelia tampaknya belum pernah ke Amerika Serikat. Remaja
Todoeng Harahap, setelah lulus sekolah dasar (ELS) di Sibolga, tahun 1911
berangkat studi ke Belanda. Setelah menyelesaikan Pendidikan menengah di
Belanda, Todoeng Harahap melanjutkan studi filsafat di Leiden. Setelah lulus
Todoeng, anak seorarang pensiunan guru di Padang Sidempoean kemudian mengambil
kursus keguruan. Pada tahu 1920 Mr Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia
Kembali ke tanah air dan diangkat menjadi direktur sekolah HIS di Kotanopan.
Pada tahun 1921 Soetan Goenoeng Moelia diangkat menjadi anggota Volksraad
mewakili bidang pendidikan. Selama menjadi anggota Volksraad, Soetan Goenoeng
Moelia yang juga telah menjadi direktur sekolah keguruan Normaal School di
Meester Cornelis menjadi anggota komite Pendidikan HIS di Batavia. Pada tahun
1930 Mr Soetan Goenoeng Moelia kembali ke Belanda untuk melanjutkankan pendidikan
tingkat doctoral. Pada tahun 1933 Soetan Goenoeng Moelia berhasil meraih gelar doctor
dalam bidang sastra filsafat. Soetan Goenoeng Moelia hingga menjelang
pendudukan Jepang tetap menjadi anggota Volksraad mewakili bidang Pendidikan
(kelak pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Mr Soetan Goenoeng Moelia, Ph.D
menjadi Menteri Pendidikan RI). Mr Soetan Goenoeng Moelia di ibu kota RI di
pengungSian di Jogjakarta menginisiasi terbentuknya Universitas Gadjah Mada
(kini UGM). Sementara itu, sarjana-sarjana Indoenesia yang pernah ke Amerika
setelah menyelesaikan pendidikan di Belanda antara lain Dr Soetomo, Dr Sardjito.

Foto: Prof Toedoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia di Sidang PBB,
tampak dalam foto sebelah kiri pakai kaca mata

Sebagaimana disebut di atas, setelah penangkapan
orang Indonesia yang menjadi warga negara Amerika Serikat James Imam Pamoedjo
di Jogjakarta 19 Desember 1948 akhirnya dilepas dan Kembali ke Amerika Serikat Bersama
rekannya yang juga ditangkap. Boleh jadi saat Mr Soetan Goenoeng Moelia, Ph.D
ke PBB di New York telah bertemu dengan warga negara Amerika Serikat yang
berasal dari Indonesia, termasuk James Imam Pamoedjo (seorang Indonesia yang di
angkatan militer Amerika Serikat terakhir berpangkat kapten, pangkat yang oke
kala itu).


Nieuwe courant, 23-12-1948: ‘Dari Pencuci Piring ke AS Menjadi Warga Negara.
James Imam Pammoedja memiliki karir yang luar biasa. Tepat sebelum Jepang
memasuki perang dengan Amerika, pelaut Pamoedjo tiba di Amerika) mencari
pekerjaan di darat dan menjadi pencuci piring di sebuah hotel. Ketika perang
pecah dia bergabung dengan Dinas Intelijen Amerika dan kemudian bergabung
dengan tentara, dimana dia memegang pangkat Kapten. Empat bulan setelah
pecahnya perang dengan Jepang, Pamoedjo menjadi warga negara Amerika yang
dinaturalisasi. Sekarang saya “pengusaha”, dia menjelaskan kepada
editor kami. Namun, bisnis ini terdiri dari apa, James Imam Pamoedjo tidak mau
memberi kami informasi apa pun. Dan inilah akhir cerita tentang penerbangan
petualang yang berakhir dengan pengasingan kru pesawat Catalina dan perjalanan
pulang sebagian krunya ke Bangkok Itu adalah satu episode dari seluruh
aktivitas di sekitar Djokja dan episode ini sekarang menjadi masa lalu’.

Sebagaimana diketahui, setelah selesai sidang umum
PBB di New York, Mr Soetan Goenoeng Moleia. Ph.D kembali ke Den Haag dalam
rangkaian KMB. Hasil keputusan KMB antara lain Belanda mengakui kedaulatan
Indonesia (dalam kerangka negara RIS) yang akan diberlakukan mulai tanggal 27
Desember 1949. Lalu kemudian di tanah air pada tanggal 3 Januari sudah
terbentuk Pemerintahan RIS dimana Ir Soekarno sebagai Presiden, dan Drs Mohamad
Hatta sebagai Perdana Menteri dan hari ersoknya diangkat Kolonel TB Sematoepang
sebagai Kepala Angkatan Perang Indonesia (Kepala APRI) dan Major Jenderal
Abdoel Haris Nasoetion sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Menteri
pertahanan sendiri dalam kabinet Mohamad Hatta adalah Hamengkoeboewono IX yang
mana sebagai Menteri Luar Negeri dirangkap oleh Mohamad Hatta. Tidak lama
kemudian diketahui yang menjadi perwakilan Indonesia di Amerika Serikat adalah James
Imam Pamoedjo yang telah menjadi warga negara Amerika. Sebagaimana diketahui
dalam proses KMB yang menjadi pimpinan delagasi RI ke Den Haag adalah Dr
Mohamad Hatta dan yang diutus ke sidang umum PBB di New York adalah Soetan Goenoeng
Moelia.


De vrije pers: ochtendbulletin, 16-01-1950: ‘Konsul RIS.    New York. 14. Januari. (Aneta). Iman Pamoedjo
telah diangkat menjadi konsul kehormatan RIS di kota New York. Dengan demikian,
Iman Pamoedjo berwenang mengeluarkan visa untuk (ke) Indonesia’.

Sudah barang tentu jabatan yang ‘wah’ yang diberikan
kepada James Imam Pamoedjo bukanlah tanpa alasan. Meski Imam Pamoedjo sudah
menjadi warga negara Amerika Serikat (bahkan sebelum Indonesia merdeka), tetapi
perannya bagi RI tidak sedikit. Sebab Imam Pamoedjo adalah salah satu kru
pesawat Catalina dengan pilot Fleming yang mendarat pada tanggal 19 Desember 1948
adalah untuk tujuan mengevakuasi Presiden Soekarno dari Jogjakarta untuk
kunjungan ke India. Namun sayang beberapa jam sebelum Imam Pamoedjo mendarat di
lapangan terbang Magiewo, militer Belanda/NICA telah menduduki Jogjakarta (yang
kemuduan para pemimpin RI di Jogjaklarta ditangkap dan diasingkan).


Twentsch dagblad Tubantia en Enschedesche courant en Vrije Twentsche
courant, 15-03-1950: ‘Dalam suatu jamuan/resepsi di New York, turut hadir
adalah Mr. Palar, kepala Misi Indonesia untuk PBB dan J Imam Pamoedjo, Konsul
Indonesia pertama di Amerika Serikat’.
De West: nieuwsblad uit en voor Suriname, 12-12-1951: ‘Wartawan Indonesia di Amerika di New York. Mohamad Diah, penerbit surat kabar Merdeka dan ketua dewan Aneta, tiba hari ini dengan
pesawat KML dari Belanda. Atas undangan Departemen Luar Negeri
Amerika Serikat, dia akan menghabiskan waktu
kurang lebih empat bulan di Amerika Serikat, selama itu
Diah akan melakukan perjalanan
berkeliling negeri
dan akan pergi ke Washington besok,
dimana
Diah akan menghabiskan beberapa
hari bertemu dengan pihak berwenang
.
Setibanya di bandara New York,
Diah
disambut oleh perwira intelijen Indonesia AIA Pesik, administrator misi
Indonesia, J Herman,
Konsul Kehormatan
RI Pamoejoe dan
Dorothy Lowe, perwakilan dari
Departemen Luar Negeri
Amerika Serikat.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Siyar al-A’lam al-Nubala’

Sejarah Surakarta (78): Nama Surakarta Jadi Kota dan Nama Yogyakarta Jadi Provinsi; Residentie Soerakarta-Residentie Jogjakarta

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Yogyakarta dan sekitarnya

Iklan

Recommended Stories

Klappertart Ariany

25.07.2011

Resep Nasi Uduk Rempah Komplit Maknyus

16.04.2016
Waktu Membaca Doa Masuk Pasar

Waktu Membaca Doa Masuk Pasar

05.03.2016

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?