Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Lombok (39): Sejarah Senggigi dan Sejarah Gili Trawangan; Dari Era Cornelis de Houtman hingga Era Pariwisata Dunia

Tempo Doelo by Tempo Doelo
14.07.2020
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN




























































































































































false
IN



























































































































































Sudah
barang tentu dua ekspedisi pertama Belanda tersebut kurang memperhatikan pantai
Sengigigi. Sebab laporan navigasi mereka hanya mengidentifikasi permukaan bumi
dilihat dari pantai, ukuran kedalaman tempat berlabuh dan pulau-pulau kecil
yang dilalui. Dalam dokumen Belanda (1597-1942) tidak ditemukan yang
menjelaskan orang Belanda telah mengindentifikasi pantai Senggigi sebagai situs
yang menarik. Hanya taman Narmada yang sering mereka kunjungi plus gunung
Rindjani untuk melihat danau Sagara. Boleh jadi yang menemukan pertama kali
keindahan pantai Senggigi justru orang-orang Jerman. Itu baru terjadi tahun
1956. Surat kabar Algemeen Indisch dagblad : de Preangerbode, 24-05-1956. Disebutkan
orang-orang Senggigi di Lombok Utara panik hari ini ketika mereka melihat tiga
orang kulit putih mendarat di pantai Senggigi dengan menggunakan perahu karet.
Penduduk mengira tiga orang tersebut adalah geng Belanda, lalu segera melaporkan
kepada polisi di Ampenan. Namun, ternyata setelah diselidiki ketiga orang yang
mampir ke pantai Senggigi tersebut adalah tiga orang Jerman yang tengah
berlayar untuk menuju Olimpiade di Melbourne (Australia). Mereka telah berlayar
dari Jerman sejak tahun 1954. Itulah sejarah terawal tentang pantai Senggigi
sebagai pantai yang indah hingga memaksa tiga supporter olahraga asal Jerman
turun ke darat karena pasir pantainya kelihatan dari jauh putih dan perairannya
sangat jernih terlihat ke dalam. Catatan: Olimpiade Melbourne diselenggarakan dari
tanggal 22 November hingga 8 Desember 1956.

Satu yang penting tentang sejarah Senggigi adalah
salah satu dari tiga benteng kerajaan Bali Selaparang di Lombok Utara yang
direbut oleh penduduk Sasak dalam pemberontakan penduduk Sasak melawan pasukan
kerajaan Bali Selaparang pada tahun 1892 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 19-09-1892). Disebutkan pasukan Sasak
yang bersenjata alakadarnya (parang, tombak dan tameng termasuk termasuk potongan-potongan
besi, batu dan rantai) berhasil menduduki benteng Senggigi yang menjadi salah
satu pertahanan pasukan Bali Selaparang yang telah menggunakan senjata modern
(diimpor dari Singapoera). Benteng Senggigi dan dua benteng lainnya kemudian
pasukan Sasak membakarnya. Para pasukan Sasak berhasil mendapatkan tiga meriam.
Java-bode: nieuws, handels..blad voor NI, 19-09-1892
Penduduk Sasak,penduduk asli pulau Lombok mulai
sangat menderita ketika pangeran Made semakin merajalela di kerajaan Bali
Selaparang dimana puri berada di Mataram. Para pemimpin Sasak mulai melakukan
pemberontakan pada tahun 188oan, Pemberontakan penduduk Sasak ini tidak kunjung
padam. Pendudukan benteng Sengigi salah satu keuletan penduduk Sasak berperang,
Namun karena persenjataanya yang sangat terbatas akhirnya para pasukan Sasak
kewalahan. Dalam satu pertempuran (tidak disebutkan dimana) dilaporkan bahwa
sebanyak 300 pasukan Sasak berhasil ditawan (Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 28-10-1892). Tawanan tersebut telah
diisolasi di pulau Gili Trawangan. Kerajaan Bali Selaparang yang memiliki empat
kapal modern diduga alat yang digunakan untuk menginternir tawanan ke pulau
Gili Trawangan. Mereka dibiarkan di pulau itu tanpa suplai makan dan banyak yang
sakit dan menemui kematian. Penyekapan tawanan ini akhirnya bocor dan Residen
Bali en Lombok yang berkedudukan di Boeleleng melakukan penyelidikan. Berita
itu benar adanya yang kemudian atas inisiatif Residen tawanan yang tersisa dan
masih hidup dibebaskan. Maalahan kemanusiaan inilah yang menjadi faktor penting
ketika para pemimpin Sasak yang sudah trerdesak di pedalaman Lombok meminta
Pemerintah Hindia Belanda di Boeleleng melakukan intervensi. Lalu dikirim
ekspedisi militer dari Batavia dan memasuki pelabuhan Ampenan pada tangga 11
Juli 1894. Akhirnya kerajaan Bali Selaparang dapat ditaklukkan pada tanggal 18
November 1894. Pasukan Bali yang melakukan aneksasi ke pulau Lombok tahun 1740
yang kemudian membentukan kerajaan di Lombok berakhir sudah. Kerajaan Bali
Selaparang, kerajaan yang terakhir, tamat. Pasukan Sasak lega, penduduk Sasak
mendapat kemerdekaannya dari orang-orang Bali di Lombok.
Tunggu deskripsi lengkapnya

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Pantai Senggigi dan Gili Trawangan Masa Kini

Sejak pendudukan dan
pembakaran benteng Senggigi pada tahun 1892, bagaimana situasi dan kondisi di
Senggigi tidak pernah diketahui hingga akhirnya tiga orang Jerman sengaja tidak
sengaja mendarat di pantai Senggigi pada tahun 1956. Mereka menikmati pantai
yang bersih dan laut yang jernih. Nama Senggigi hanya diidentifikasi pada peta
1894. Boleh jadi ini karena pada tahun 1892 pasukan Sasak berhasil menduduki
benteng Senggigi dan membakarnya. Peta-peta sesudahnya hingga tahun 1945 nama
Senggigi tetap tidak teridentifikasi pada peta, Sejatinya pertumbuhan
pariwisata di Lombok belum lama. Baru pada seputar tahun 1990 pantai Senggigi
sebagai destinasi wisata mulai terasa marak. Pada tahun 1991 gaung pembangunan cabang
Sheraton Hotel di Senggigi menjadi semacam mercu suar untuk wisatawan dunia.

Senggigi dan Trawangan (Peta 1894)

Pada
tahun 1991 saya sedang bekerja untuk survei di Lombok (selama tiga bulan lebih).
Pada saat inilah saya memiliki kesempatan ke pantai Senggigi dan pulau Gili
Trawangan untuk melihat keindahan dan eksotik alamnya. Seingat saya sudah mulai
banyak hotel-hotel, salah satu hotel terpenting adalah Hotel Sheraton Senggigi yang
belum lama dibangun. Pantai Senggigi ini tengah berkembang. Sekitar lima tahun
sebelum kedatangan saya di pantai Senggigi, pantai ini hanya disinggahi
wisatawan yang datang dengan ransel (backpacker) yang hendak mendaki gunung
Rindjani. Tentu saja pada saat menulis artikel ini, pantai Senggigi dan pulau
Gili Trawangan sudah sangat heboh.

Destinasi wisata pantai Senggigi dan pulau Gili
Trawangan di Lombok bukan substitusi atau luberan dunia pariwisata di pantai Kuta-Sanur
dan pulau Penida di Bali tetapi lebih pada komplemennya (saling memperkuat di
satu kawasan Bali en Lombok).

Dua
pulau ini sejak 1846 (saat berlangsungnya Perang Bali) Pemerintah Hindia
Belanda menyatukannya sebagai satu wilayah administratif dengan nama Residentie
Bali en Lombok dimana ibu kota ditetapkan di Boeleleng. Saat itu cabang Pemerintah
Hindia Belanda yang sudah dibentuk baru dua afdeeling yakni Afdeeling Boeleleng
dan Afdeeeling Djembrana. Sementara kerajaan-kerajaan lainnya termasuk kerajaan
di Lombok hanya diikat dalam bentuk perjanjian. Pada saat dimulainya Perang
Lombok 1894 Pemerintah Hindia Belanda membentuk cabang pemerintahan di pulau
Lombok dengan nama Afdeeeling Lombok (terdiri dari tiga onderafdeeling yakni
West Lombok ibu kota di Mataram, Oost Lombok ibu kota di Sisik kemudian
dipindahkan ke Selong dan Midden Lombok dengan ibu kota Praja). Perseteruan
Pemerintah Hindia Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Bali baru berakhir tahun
1906 (Perang Badoeng) dan tahun 1908 (Perang Kloengkong). Sejak 1908 Pemerintah
Hindia Belanda membentuk cabang pemerintahan baru dengan membentuk Afdeeling
Zuid Bali dengan ibu kota Denpasar. Pada era Republik Indonesia setelah
pengakuan Belanda terhadap kedaulatan Indonesia (1949) wilayah Bali dan Lombok
dipisahkan di dalam provinsi Kepulauan Sunda Ketjil yang lalu kemudian pada
tahun 1958 provinsi Soenda Ketjil dimekarkan yang mana pulau Bali menjadi
provinsi tersendiri dan pulau Lombok digabungkan dengan pulau Sumbawa untuk
membentuk provinsi Nusa Tenggara Barat serta sisanya menjadi provinsi Nusa
Tenggara Timur. Di pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara dibentuk tiga
kabupaten yakni mengikikuti bentuk dan wilayah administrasi tiga onderafdeeling
tempo doeloe.
Pembangunan Hotel Sheraton cabang Senggigi
menjadi tonggak awal pariwisata dunia di pulau Lombok khususnya di pantai Senggigi
dan pulau Gili Trawangan. Pemerintah Nusa Tenggara Barat mulai merasakan aura
positif ini. Ibarat kata, pulau Lombok dipromosikan untuk mulai menatanya agar
bisa bersaing dengan pariwisata di pulau Bali. Namun celakanya ambisi untuk
meningkatkan pamor pariwisata Lombok khususnya pantai Senggigi dan pulau Gili
Trawangan, bungalow-bungalow yang sudah marak untuk wisatawan backpacker di
pulau Trawangan menjadi korban.
Pada
tahun 1992 bungalow-bungalow yang dibangun dari bangunan kayu yang menjadi
surga bagi wisatawan mencanegara backpacker di pulau Gili Trawangan dibongkar
oleh pemerintah. Ada sekitar 300 unit bungalow yang digusur demi alasan untuk
penataan kawasan pariwisata, Bungalow-bungalow yang dimiliki oleh warga itu
menjadi korban pertama menjadikan pantai Senggigi dan pulau Gili Trawangan
sebagai destinasi wisata dunia. Tuduhan masyarakat atas penggusuran itu bermacam-macam
seperti pemerintah akan menginzinkan pembangunan lapangan golf dan juga adanya
desakan para pemilik hotel kepada pemerintah karena bungalow yang sewa murah
menyebabkan okupasi hotel tidak optimal. Yang jelas atas kebijakan baru ini
(pembongkaran) telah merugikan warga lokal dan usaha bungalow adalah
ketergantungan hidup sebagian masyarakat. Dan banyak cluster bungalow juga
menjadi tempat tinggal para pemilik. Namun itulah strategi pembangunan
(pariwisata) ada plus minusnya dalam hal mana pemerintah mengambil kebijakan.
Kini, jika dilihat pada peta satelit, pantai
Senggigi dan pulau Gili Trawangan tetap terlihat indah dan eksotik dengan
sarana dan prasana pariwista yang terus berkembang. Semua itu, sejarahnya
berawal dari era Cornelis de Houtman (1597) di pulau Gili Trawangan dan tiga
supporter olahraga asal Jerman pada tahun 1956.
Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Dari album foto perwira artileri Letnan H.A. Zeilmaker, 1900: Minangkabau

Ternyata Warna Bendera Merah Putih Indonesia Atas Usulan Kakek dari Ketua Majelis Syuro PKS

Ternyata Warna Bendera Merah Putih Indonesia Atas Usulan Kakek dari Ketua Majelis Syuro PKS

Iklan

Recommended Stories

Nasi Goreng Jamur (Shiitake, Tiram, Champignon, Enoki)

21.06.2013

Daftar Alamat Service Center XL Di Seluruh Indonesia

06.01.2016

Kue Mangkuk Gula Merah

09.04.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?