Aopok.com – #KUALA LUMPUR – #Pasangan #ganda #putri #Indonesia, #Febriana Dwipuji Kusuma dan #Meilysa Trias Puspitasari, #kembali #mencuri #perhatian di #turnamen BWF World Tour Super 1000, Malaysia Open 2026, setelah sukses menumbangkan unggulan tuan rumah, Pearly Tan / Thinaah Muralitharan, pada babak 16 besar yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Jonatan Christie Gagal ke Final Malaysia Open 2026: Fakta, Analisa & Pelajaran Berharga

Kemenangan dengan skor ketat 26-24, 21-17 tersebut merupakan sebuah kejutan besar mengingat Pearly/Thinaah merupakan unggulan kedua dunia sekaligus menjadi favorit juara acara di negara asalnya. Sebelum laga ini, febriana-meilysa memang belum pernah menang atas pasangan Malaysia itu dalam beberapa pertemuan terakhir, termasuk di SEA Games 2025 yang berakhir dengan kekalahan tipis bagi wakil Indonesia.
Kejutan Besar di Babak 16 Besar
Sebagai pasangan nonunggulan yang baru dibentuk pada pertengahan 2025, progres Febriana/Meilysa dianggap cepat dan menjanjikan. Sebelum kemenangan besar atas Pearly/Thinaah, mereka telah memperlihatkan performa mengesankan dengan lolos ke 16 besar setelah mengalahkan wakil India melalui pertandingan sengit tiga gim.
Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, menyatakan rasa bangganya terhadap perkembangan performa kedua atlet asal Indonesia itu. Ia menilai kemenangan atas unggulan tuan rumah ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga sebuah tonggak penting bagi mental dan kepercayaan diri mereka di level turnamen elite. “Mengalahkan Pearly/Thinaah di rumah mereka adalah pencapaian besar,” ujar Karel dalam rilis resmi PBSI.
Langkah Terhenti di Perempat Final
Meski menjadi sorotan, langkah Febriana/Meilysa di Malaysia Open 2026 akhirnya harus terhenti di babak perempat final oleh pasangan Korea Selatan, Baek Ha Na / Lee So Hee. Meski kalah, pelatih Karel tetap menilai bahwa kemajuan yang ditunjukkan oleh duet Ana/Trias patut diapresiasi dan menjadi modal penting menjelang turnamen-turnamen besar berikutnya.
Menurut evaluasi tim pelatih, kekalahan tersebut lebih karena faktor kurangnya mental matang dan kepercayaan diri saat menghadapi tekanan lawan kelas dunia. Perbaikan aspek ini menjadi target utama mereka dalam persiapan kompetisi mendatang seperti Indonesia Masters 2026.
Dampak Bagi Bulu Tangkis Indonesia
Kesuksesan Febriana/Meilysa memberikan sinyal positif bagi ganda putri Indonesia di tengah era persaingan ketat dengan pasangan-pasangan dunia lainnya. Dengan usia dan pengalaman yang masih relatif muda, potensi mereka diproyeksikan untuk memperkuat skuad ganda putri Indonesia di berbagai ajang internasional mendatang, termasuk Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Baca juga: Malaysia Open 2026: Ujian Sesungguhnya Debut Faza & Aisyah di Level Elite Dunia BWF Super 1000
Bagi penggemar bulu tangkis Tanah Air, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa talenta baru mampu tampil kompetitif di panggung dunia – bahkan ketika menghadapi tekanan besar dari publik tuan rumah sendiri.











